Laman

Rabu, 19 Desember 2012

Kombinasi pesantren dengan madrsah dan sekolah




Perkembangan pendidikan islam terus berkembang, tidak berhenti di madrasah ataupun pesantren saja. Perlu diketahui bahwa masyarakat tidaklah diam tapi selalu terus bergerak dan berkembang, sehingga kebutuhanpun selalu berubah-berubah. Oleh karena itu lembaga pendidikan islam harus menyesuaikan dan mengarahkan kondisi masyarakat yang notabene sebagai konsumen, sehingga lembaga pendidikan islam tidak ditinggalkan oleh masyarakat karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan.
Sesuai halnya dengan pesantren menjadi indekost dan indekost menjadi pesantren adalah kombinasi madrasah modern dengan pesantren (tradisional) karena tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.[1] Sangatlah menarik untuk dikaji dan dibahas, misalnya pesantren krapyak, merubah fungsinya menjadi indekost, dan pesantren minhajul yang berawal dari indekost berubah fungsinya menjadi setengah pesantren.
Adanya kombinasi madrasah modern dengan pesantren karena adanya kebutuhan orang tua untuk menyekolahkan anakanya keperguruan tinggi modern karena tuntutan zaman yaitu pengakuan (untuk mendapatkan peluang kerja) dan disisilain orangtua khawatir terhadap lingkungan anaknya yang tinggal dikota, yang notabena bebas, selain itu juga, keinginan orang tua untuk anaknya dapat mendapatkan pendidikan agama namun tidak meninggalkan pendidikan modren. [2] Kombinasi madrasah modern dengan pesantren memiliki system “terbuka” yang memiliki artian tidak seperti aturan dan system yang diterapkan dipesantren, atuapun berbeda dengan system boardig school.[3]

 Pesantren menjadi indekost

Pesantren Almunawir yang bediri pada 1910 yang didirikan oleh KH Al-Munawir merupakan pesantren tertua di pulau jawa ini, yang terletak di krapayak Yogyakarta, merupakan pesantren tradisional. KH Al-Munawir memiliki istri lebih dari dua, sehingga ia memiliki anak yang cukup banyak. Hampir semua penurus al Munawir menuruskan cita-cita ayahnya tersebut dengan mengembangkan pesantren tersebut, karena penurusnya banyak, maka setiap penerus membangun pesantren sendiri-sendiri yang berbentuk komplek, namun masih tergabung menjadi satu yaitu Al Munawir. Dalam perkembangannya,pesantren al munawir, yang dirintis para penurusnya memiliki perbedaan dari pakem ayahnya, yang tradisional kearah modern, hal ini disebabkan beground pendidikan dan situasi pemahaman pendidikan dimasyarakat yang mempengaruhi kondisi pesantren, oleh karena itu dilakukan pembaharuan, misalnya salah salah satu pesantren al munawir yaitu “al munawir nurul salam”,yang melakukan pembaharuan kearah modern, di dirintis mulai dari tahun 1992 hingga sekarang.
Tuntutan kondisi masyarakat yang menginkan perubahan dalam dunia pendidikan islam untuk memunihi kebutuhan pendidikan sains dan pendidikan agama, pesantren al munawir nurul salam mulai membukakan diri tapi tidak lepas dari pakemnya, dan mengambil peran terhadap situasi ini, yaitu dengan mulai menyediakan tempat tinggal berupa indekost atau sering disebut asrama bagi para pelajar yang mengabil pendidikan madrsah modern seperti UIN Sunankalijaga, Mts, MA dan sekolah modern seperti, UNY, UGM, SMP ,SMA dsbnya. Cara ini juga dilakuan oleh pesantren Fadlun Minallah yang berlokasi di wonokromo bantul, awalnya merupakan pesantren tradisional murni, yang kemudian berkembang menjadi pesantren modern.
Pesantren Al munawir nurul salam,tidak dengan cara tetap mempertahankan pendidikan agama, dengan menentukan  
   
Indekost menjadi pesantren

Pesantren Nurul Ummahat yang berdiri pada tahun 1988, yang berlokasi dikeluruhan prenggan sebelah barat kotagede, yang memiliki visi dan misi  menciptakan sebuah pesantren yang terbuka bagi semua kalang yang memiliki pribadi modern, moderat, dinamis dan manusiawi.[4]

Jam belajar dimulai dari ba’da sholat Magrib hingga ba’da Isya’ sekitar dari jam 18.15 wib hingga 22.00 wib, yang menjadi kegiatan rutin dengan isi materi mengaji dan sorogan Al-qur’an ( ba’da magrib) dan mujahadah bersama (ba’da sholat isya’), yang kemudian pendidikan diselesaikan dengan santri kembali kekamar masing-masing. Pendidikan pesantren dilanjutkan kemudian sehabis ba’da sholah shubuh dengan mengkaji kitab kuning dan tafsir. Ada beberapa pengecualian harilain yang telah ditentukan, seperti hari malam jum’at diganti dengan materi diabaan, berzanji, khitobah, dan kultum, jum’at pagi (ba’da shubuh) tartil qur’an dan simakan, dan minggu pagi (ba’da shubuh) melakukan kajian agama secara umum. 
Bagi santri yaing ingin meningkat pendidikan agama, disediakan pendidikan agama yang bersifat ekstrakulikuler seperti hifidz qur’an, kaligrafi, dsbnya.
Para santri tinggal dan tidur dalam ruang yang sudah berbentuk kamar dyang diisi maksimal tiga santri per kamar.
Kiayai dan bunyiai adalah seorang pendiri pesantren, yang sekaligus menjadi guru dan pengayom para santri. Sedikit berbeda dari kiayai ortodoks, yang sedikit memiliki jarak dengan santri, disini kiayai sangat dekat dengan santri seperti hubungan keluarga. Kiayai dan bunyai menjadi pusat pendidikan, yang artian memiliki peran seperti guru di SD, yang mana kiyai dan bunyai mengajar keselurahan materi.
Pengkajian kitab kuning dilakukan dengan kiayai membacakan terlebih dahulu yang kemudian menerjemahakan dengan bahasa jawa, serta menerang cara baca berdasarkan nahu sorof, yang kemudian dilanjutkan diartikan dengan bahasa Indonesia, sehabis itu para santri diperbolehkan bertanya. Selain itu menggunakan metode ceramah saat menyampaikan kultum, dan metode kelompok.
Pertukaran pelajar digunakan untuk merangsang para santri untuk mempelajari xbahasa inggris,  adapun adanya pendidikan bahasa inggris menjadi progam para pengurus untuk mengembangkan bakat dan minat para santri.


 Pesantren menjadi indekost
Biaya pendidikan berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya bangunan Rp 100.000 biaya pendaftaran Rp 50.000 yang dibayar hanya pada pendaftaran saja, kemudian biaya rutin yang dibayar setiap bulan sebesar Rp 15.000, dan jika menggunakan leptop menambah biaya sebesar Rp 25.000,
  Indekost menjadi pesantren
Biaya pendidikan  berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya masuk sebesar Rp. 400.000,- dapat diangsur 2x, dibayarhanya pada masuk awal saja dan biaya rutin setiap bulan sebagai berikut : Uang listrik Rp. 25.000,  Charger Hp Rp. 3000, tabungan Rp. 5000, wifi Rp 10000. Mengenai baiaya makan, para santri menanggung secara individu.





[1] Karel A. Steenbrink, “Pesantren Madrasah Sekolah:, Penerbit LP3ES, Jakarta 1986, hal 219
[2] Orangtua berasal dari daerah yang jauh dari kondisi madrasah modern yang kemudian menyekolahkan anaknya dikota
[3] Boarding school : adalah lembaga pendidikan yang memadukan pesantren dengan sekolah dan madrasah secara utuh dalam ruang yang sama dan tidak terpisah.
[4] Sebuah selebaran daripesantren “Nurul ummahat, pada bulan ……

0 komentar: