Perkembangan pendidikan islam terus berkembang,
tidak berhenti di madrasah ataupun pesantren saja. Perlu diketahui bahwa
masyarakat tidaklah diam tapi selalu terus bergerak dan berkembang, sehingga
kebutuhanpun selalu berubah-berubah. Oleh karena itu lembaga pendidikan islam
harus menyesuaikan dan mengarahkan kondisi masyarakat yang notabene sebagai
konsumen, sehingga lembaga pendidikan islam tidak ditinggalkan oleh masyarakat
karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan.
Sesuai halnya dengan pesantren menjadi indekost dan indekost
menjadi pesantren adalah kombinasi madrasah modern dengan pesantren
(tradisional) karena tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.[1] Sangatlah
menarik untuk dikaji dan dibahas, misalnya pesantren krapyak, merubah fungsinya
menjadi indekost, dan pesantren minhajul yang berawal dari indekost berubah
fungsinya menjadi setengah pesantren.
Adanya kombinasi madrasah modern dengan pesantren
karena adanya kebutuhan orang tua untuk menyekolahkan anakanya keperguruan
tinggi modern karena tuntutan zaman yaitu pengakuan (untuk mendapatkan peluang
kerja) dan disisilain orangtua khawatir terhadap lingkungan anaknya yang
tinggal dikota, yang notabena bebas, selain itu juga, keinginan orang tua untuk
anaknya dapat mendapatkan pendidikan agama namun tidak meninggalkan pendidikan
modren. [2] Kombinasi
madrasah modern dengan pesantren memiliki system “terbuka” yang memiliki artian
tidak seperti aturan dan system yang diterapkan dipesantren, atuapun berbeda
dengan system boardig school.[3]
Pesantren
menjadi indekost
Pesantren Almunawir yang bediri pada 1910 yang
didirikan oleh KH Al-Munawir merupakan pesantren tertua di pulau jawa ini, yang
terletak di krapayak Yogyakarta, merupakan pesantren tradisional. KH Al-Munawir
memiliki istri lebih dari dua, sehingga ia memiliki anak yang cukup banyak.
Hampir semua penurus al Munawir menuruskan cita-cita ayahnya tersebut dengan
mengembangkan pesantren tersebut, karena penurusnya banyak, maka setiap penerus
membangun pesantren sendiri-sendiri yang berbentuk komplek, namun masih
tergabung menjadi satu yaitu Al Munawir. Dalam perkembangannya,pesantren al
munawir, yang dirintis para penurusnya memiliki perbedaan dari pakem ayahnya,
yang tradisional kearah modern, hal ini disebabkan beground pendidikan dan situasi
pemahaman pendidikan dimasyarakat yang mempengaruhi kondisi pesantren, oleh
karena itu dilakukan pembaharuan, misalnya salah salah satu pesantren al
munawir yaitu “al munawir nurul salam”,yang melakukan pembaharuan kearah
modern, di dirintis mulai dari tahun 1992 hingga sekarang.
Tuntutan kondisi masyarakat yang menginkan perubahan
dalam dunia pendidikan islam untuk memunihi kebutuhan pendidikan sains dan
pendidikan agama, pesantren al munawir nurul salam mulai membukakan diri tapi
tidak lepas dari pakemnya, dan mengambil peran terhadap situasi ini, yaitu
dengan mulai menyediakan tempat tinggal berupa indekost atau sering disebut
asrama bagi para pelajar yang mengabil pendidikan madrsah modern seperti UIN
Sunankalijaga, Mts, MA dan sekolah modern seperti, UNY, UGM, SMP ,SMA dsbnya.
Cara ini juga dilakuan oleh pesantren Fadlun Minallah yang berlokasi di
wonokromo bantul, awalnya merupakan pesantren tradisional murni, yang kemudian
berkembang menjadi pesantren modern.
Pesantren Al munawir nurul salam,tidak dengan cara
tetap mempertahankan pendidikan agama, dengan menentukan
Indekost menjadi pesantren
Pesantren Nurul Ummahat yang berdiri pada tahun 1988, yang berlokasi dikeluruhan prenggan sebelah barat kotagede, yang memiliki visi dan misi menciptakan sebuah pesantren yang terbuka bagi semua kalang yang memiliki pribadi modern, moderat, dinamis dan manusiawi.[4]
Jam belajar dimulai dari ba’da sholat Magrib hingga
ba’da Isya’ sekitar dari jam 18.15 wib hingga 22.00 wib, yang menjadi kegiatan
rutin dengan isi materi mengaji dan sorogan Al-qur’an ( ba’da magrib) dan mujahadah
bersama (ba’da sholat isya’), yang kemudian pendidikan diselesaikan dengan
santri kembali kekamar masing-masing. Pendidikan pesantren dilanjutkan kemudian
sehabis ba’da sholah shubuh dengan mengkaji kitab kuning dan tafsir. Ada
beberapa pengecualian harilain yang telah ditentukan, seperti hari malam jum’at
diganti dengan materi diabaan, berzanji, khitobah, dan kultum, jum’at pagi
(ba’da shubuh) tartil qur’an dan simakan, dan minggu pagi (ba’da shubuh) melakukan
kajian agama secara umum.
Bagi santri yaing ingin meningkat pendidikan agama, disediakan
pendidikan agama yang bersifat ekstrakulikuler seperti hifidz qur’an,
kaligrafi, dsbnya.
Para santri tinggal dan tidur dalam ruang yang sudah
berbentuk kamar dyang diisi maksimal tiga santri per
kamar.
Kiayai dan bunyiai adalah seorang pendiri pesantren,
yang sekaligus menjadi guru dan pengayom para santri. Sedikit berbeda dari
kiayai ortodoks, yang sedikit memiliki jarak dengan santri, disini kiayai
sangat dekat dengan santri seperti hubungan keluarga. Kiayai dan bunyai menjadi pusat pendidikan, yang
artian memiliki peran seperti guru di SD, yang mana kiyai dan bunyai mengajar
keselurahan materi.
Pengkajian kitab kuning dilakukan dengan kiayai membacakan
terlebih dahulu yang kemudian menerjemahakan dengan bahasa jawa, serta menerang
cara baca berdasarkan nahu sorof, yang kemudian dilanjutkan diartikan dengan
bahasa Indonesia, sehabis itu para santri diperbolehkan bertanya. Selain itu
menggunakan metode ceramah saat menyampaikan kultum, dan metode kelompok.
Pertukaran pelajar digunakan untuk merangsang para
santri untuk mempelajari xbahasa inggris,
adapun adanya pendidikan bahasa inggris menjadi progam para pengurus
untuk mengembangkan bakat dan minat para santri.
Pesantren
menjadi indekost
Biaya pendidikan berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya bangunan Rp 100.000
biaya pendaftaran Rp 50.000 yang dibayar hanya pada pendaftaran saja, kemudian
biaya rutin yang dibayar setiap bulan sebesar Rp 15.000, dan jika menggunakan
leptop menambah biaya sebesar Rp 25.000,
Indekost menjadi
pesantren
Biaya pendidikan berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya masuk sebesar Rp.
400.000,- dapat diangsur 2x, dibayarhanya pada masuk awal saja dan biaya rutin
setiap bulan sebagai berikut : Uang listrik Rp. 25.000, Charger Hp Rp. 3000, tabungan Rp. 5000, wifi
Rp 10000. Mengenai baiaya makan, para santri menanggung secara individu.
[1]
Karel A. Steenbrink, “Pesantren Madrasah
Sekolah:, Penerbit LP3ES, Jakarta 1986, hal 219
[2]
Orangtua berasal dari daerah yang jauh dari kondisi madrasah modern yang
kemudian menyekolahkan anaknya dikota
[3]
Boarding school : adalah lembaga pendidikan yang memadukan pesantren dengan
sekolah dan madrasah secara utuh dalam ruang yang sama dan tidak terpisah.
[4]
Sebuah selebaran daripesantren “Nurul ummahat, pada bulan ……







0 komentar:
Posting Komentar