Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label CORAT CORET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CORAT CORET. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 November 2017

Soto hidangan ekonomis

Hidangan hajatan yang di lakukan masyarakat kelas bawah di beberapa daerah yang saya pernah jumpai adalah soto.

Dari mulai acara mantenan, sunatan, dll rata-rata menggunakan menu soto. Menu ini terkesan mewah simpel dan tentunya ekonomis.

Tentunya varian sotonya sesuai lidah daerah masing-masing. Akan tetapi rata-rata sama dengan kuah agak kuning dan menggunakan daging ataupun jeroan.

Ada tips yang lebih ekonomis lagi, berikut tips soto ekonomis dari hasil analisa lapangan.

Yang pertama, perbanyak kuah, ini berfungsi untuk meminimalisir porsi nasi, karena maklum walaupun negara kita agraris akan tetapi tidak mempunyai keadaulatan pangan walhasil ya harga beras mahal. Nah dengan memperbanyak kuah akan menutupi kekurangan nasi, dan yang pasti tamu undangan akan kenyang air.

Yang kedua, perbanyak sayur, semisal kobis, tauge, seledri. Ini berfungsi untuk mengkamuflasi daging, jadi walaupun porsi dagingnya sedikit akan tertupi dengan banyak sayur. Dan tentunya akan lebih menyehatkan plus irit.

Yang ke tiga, gunakan piring atau mangkok ukuran mini. Jika anda ingin membuat gaya prasmanan jangan menggunakan tempat makan yang besar karena akan membuat pasukan berani makan bebas mengambil sepuasnya, padahal biasanya pasukan berani makan ini hanyalah tim hore yang orientasinya hanya kenyang tapi cuma membawa amplop kosong. Bisa tekor.

Nah itu tadi beberapa tips hidangan soto yang melegenda dan menusantara, tapi hati-hati itu prodak dari cina lo yang diakulturasi lewat pesisir semarang, jadi yang merasa anti cina dan komunis hindarilah makanan tersebut. Jangan hanya pas orasi saja mengatakan anti ini anti itu, ehhhhh pas dapat soto minta nambah, tekor sodara.

Kamis, 02 November 2017

Angkringan, gayeng Lurr

Aku lebih suka menyebut kota jogja sebagai kota angkringan dari pada gudek, setiap sudut pasti kita akan menjumpai yang namanya angkringan.

Di pinggir rel, di gang sempit di samping kampus, trotoar apalagi memang disanalah tempat faforit angkringan nangkring.

Ada juga yang di desain mewah tentunya angkringan seperti ini adalah segmennya kelas menengah keatas, hanya mau minum wedang wuwuh, sama dua nasi kucing plus ceker pake mobil yang parkirnya aja 5000, dan yang pasti ini yang bikin jalanan sumpek dan macet.

Untuk segmen kelas menengah desain tempatnya unik, klasik, parkiran luas dan tentunya dengan menegemen modern, kalau kata Max Weber semua aktifitas dagangnya sudah menggunakan itung-itungan dan catatan yang rasional, ditambah lagi para pegawainya yang harus menaati "Protab", baik seragam, jam masuk, gaji, dan cara melanyani konsumen.

Berbeda dengan angkringan kelas "terpal" yang desainnya minimalis menggambarkan jumlah modalnya yang tak sebarapa, di tambah lagi rata-rat yang jualan adalah pemiliknya sendiri, jam pagi sampe sore biasanya jatahnya yang menjaga si istri, kalau maenjelang malam masuklah pemain pengganti yaitu suami. Ini yang di sebut soekarno dengan "Marhaen" (baca: karya-karya bung Karno)

Dan yang pasti diangkringan gaya wong cilik ini lebih sahdu, kita bisa bercengkrama dengan yang jualan, dengan sesama konsumen sambil jagongan sekedar ngrasani tetangganya ataupun dinamika politik yang terjadi, itu sangat sahdu sekali.

Dan momen seperti ini tidak bisa di temukan pada angkringan dengan menegen modern, antara pedagang dan pembeli tidak bisa melakukan aktifitas lebih dari hanya sekedar transaksi kita (penjual, pegawai, pembeli, dan dagangannya) teraleniasi oleh sistem. Jigur, Marxis bingit.

Tapi beneran, nangkring diangkringan kelas "terpal" gayeng tenan, lur !!

Rabu, 01 November 2017

Celsea vs AS Roma (0-3)

Roma vs Chelsea 3-0 Extended Highlights HD 2017: http://youtu.be/tGI3sQLJTvQ


Pertandingan dini hari menorehkan luka pada vans militan Celsea, dan rata-rata teman kelas pagi semuanya fans militan celsea. Untuk mengobati kesedihannya mereka mengurung diri dalam kamar alias tidur.

Sebelum kick of, fans keudanya saling teror di group angkatan kelas (sebagian dah pada wisuda) segala caci-maki, umpatan, pisuhan dari sabang sampe merauke ada semua, keramaian ini berahir saat menit 70an sekor sudah 2-0 dan fans militan celsea mulai tiarap, dan ada yang untuk sementara keluar dari group karena tak kuat menanggung malu.

Resiko bagi yang masuk menjadi agen titipan absen. "Budi" waktu dosen mengabsen menyebut keras nama salah satu kawan. "Izin pak" jawabku dengan agak ragu bercampur perasaan bersalah, "izin apa" tegas dosen, "sakit pak" aku mejawab, "sakit apa" tanyanya lagi, "sakit hati gara-gara Celsea kalah pak", alah mak keceplosan, dan pada ahirnya kawanku tetap di Alfa.

Maafin ya, abang keceplosan.

Selasa, 31 Oktober 2017

Alexis ditutup

Berita penutupan Alexis menggegerkan jagat, baik media cetak maupun online diwarnai dengan berita itu. Bukan hanya di media tapi di obrolan tongkrongan pun membicarakan Alexis.

"Penutupan Alexis sudah menjadi kehendak sebagian masyarakat, dan sebagian media yang melaporkan bahwa izin Alexis tidak sesuai dengan praktek usahanya, didalamnya dipakai tempat mencari cinta satu malam, mabuk dan perbuatan amoral lainnya. Ini yang dijadikan alasan yang mengatakan "kenapa menggusur rumah warga tegas, tapi menutup Alexis lemas.

Awalnya saya menilai ini adalah "gorengan" isu untuk menurunkan elektabiltas Ahok, dan saat pemilihan gubernur di buat gurih sebagai janji kampanye Anis, sekarang sudah di penuhi dengan ditolaknya perpanjangan izin dari pihak Alexis" begitu kata salah satu teman aktif nongkrong sekaligus yang tak pernah absen.

Tapi, aku pikir lebih dari itu, kenapa desakan dari sebagian masyarakat terfokus pada penutupan Alexis saja, padahal banyak sekali tempat wisata yang serupa Alexis tapi masih tetap eksis. Kalau tak percaya searching saja dan kunjungi, itupun kalau punya ongkos.

Senin, 30 Oktober 2017

Revolusi Putih ala Pakde Bowo

Melalui adiknya Hashim Djojohadikusumo, Prabowo mengusulkan (lebih tepatnya sih memerintahkan) kepada Anis - Sandi untuk menerapkan Revolusi Putih di DKI. 


Revolusi Putih ala pakde Bowo adalah menggenjot tingkat konsumsi susu di kalangan masyarakat luas. Waww susu,, Kampanye ini sebetulnya sudah muncul sejak pemilihan presiden tahun 2009 silam ketika Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Pakde Bowo memandang, dalam proses pembangunan SDM perlu adanya asupan gizi yang baik. Dalam hal ini diterapkan kepada pelajar dari SD - SMA, mungkin untuk mahasiswa sudah bisa nyari susu sendiri,. 

Pada dasarnya revolusi putih ini hampir sama dengan revolusi mental ala pakde Jokowi, sama - sama untuk pembangunan SDM. 

Namun ide pakde Bowo ini banyak yang tidak setuju. Ada yang memandang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Salah satunya  Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Nila menilai, program bagi-bagi susu kepada anak-anak itu tidak akan optimal. 
"Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana," kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017). Nila lebih sepakat dengan menteri Susi yang juga pernah mengkritik revolusi putih  ala pakde Bowo dan mengusulkan "susinisasi".

Apa itu 'Susinisasi'?

Istilah 'Susinisasi' ternyata merujuk pada namanya sendiri sebagai Menteri KKP yang sedang mengampanyekan gerakan makan ikan nasional.

"Susinisasi itu maksudnya makan ikan. Jadi bukan minum susu saja, tapi makan ikan diperbanyak dong," ujar Susi saat berbincang santai dengan wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (21/10/2017).

Gerakan minum susu memang kurang relevan untuk saat ini, mengingat sampai hari ini susu aja masih impor. Sebagai gladiator yang siap masuk gelanggang pada 2019 mendatang, memang harus sering mengeluarkan ide dan gagasan, kali aja menarik. Kita tunggu apakah revolusi putih ini juga menjadi jargon pakde Bowo pada pilpres mendatang.

Jangan Lupa bercermin

Yang dinamakan perbuatan jahat jika perbuatan itu diketahui oleh banyak orang dan dianggap tidak sesuai laku budaya masyarakat pada umumnya, misalkan perbuatan sex yang menjadi sorotan publik kali ini.

Banyak netizen menghujat perbuatan tersebut dan juga ada yang menilai secara bijak.

Pagi tadi saat nongkrong di kedai kopi- tempat dimana mahasiswa males masuk kelas-juga membicarakan peristiwa hot yang rasanya sayang untuk dilewatkan.

Salah satu teman memaki tindakan tersebut dengan analisis moralnya, bahwa ini dampak dari pergaulan bebas khas mahasiswa. Cenderung menyeragamkan, dia menilai panjang kali lebar. Kata dia, ini termasuk penyakit sosial yang dialami pemuda yang jauh dari kontrol orang tua dan tidak memegang teguh budaya serta mengabaikan ajaran agama.

Diahir pembicaraan dia memperlihatkan vidionya yang di simpan di folder yang di beri judul "tugas kuliah" didalamnya ada macam-macam vidio dari mulai yang lagi tren dibicarakan sampai adegan artis yang dulu sempat menjadi viral masih disimpan.

Rasanya geli melihat tingkah temanku, dalam analisa dia moralis akan tetapi dalam praktek dia menikmati vidio yang dia hujat. Bukankah ini termasuk juga penyakit sosial.

Ini tipe prilaku buruk yang tidak terasa, asik menilai orang lain tapi lupa bercermin, ibarat pepatah "upil dihidung orang lain nampak, tapi belek di mata sendiri tak tampak".
Jadi, jangan lupa bercermin.

Minggu, 29 Oktober 2017

Pada Hari Minggu

Pada hari minggu kuturut ayah kekota
Naik delman istimewa kududuk di muka

Pagi-pagi mendengar lagu anak-anak yang dinyanyikan anaknya ibu kos, lucu dan lugu, rasanya begitu natural mendengarnya. Sebab jarang sekali ada anak-anak yang menyanyikan lagu anak. Biasanya mereka menyanyikan lagu-lagu dewasa, "emangnya lagu punya umur".

Di hampir setiap event nyanyi untuk anak-anak, rata-rata mereka melantunkan lagu dewasa, dangdut yang terkenal ya "bojo galak" dan genrenya yang penuh konflik hati yang tak berkesudahan. Lagu band pun juga sama "pemilik hati" dan seluruh curhatan baper ala ABG, bayangin coy, itu dinyanyikan sama anak yang masih belum bisa benerin reslitingnya sendiri, takut nyangkut.

Tv sebagai agen dari tersebarnya budaya massa tidak memiliki visi pendidikan karakter, kui pakanan opo?, yang penting laku reting tinggi, tak peduli efek yang diberikan kepada penonton. Walaupun memang mereka sudah menerapkan tayangan sesuai batasan umur, tapi ya salam anak kecil nyanyi "kau bukan tercipta untukku", "bojoku ketikung" tak habis pikir, penghayatannya dalem lagi saat melantunkannya. Bayangin bro anak kecil.

Bukan hanya tv seluruh ruang komunikasi penuh dengan lagu-lagu seperti itu.

Banyak seniman yang memproduksi lagu anak-anak, akan tetapi tak bisa menyebar ke publik, pertama karena jarang yang mau mengorbitkan, kedua orang tua sebagai pendamping anak tak ada waktu untuk mensosialisasikannya, karena dikerja kerjaan kebutuhan hidup yang terus membludak.

Ruang kelas juga tak bisa diandalkan, karena itu hanya sesaat, mau mengharapkan lingkungan juga sudah cemar dengan lagu baper ABG.

Dan pagi ini rasanya syahdu mendengar anak-anak nyanyi lagu anak, ku tanya dia, "dek ko hafal lagu naik delman", diajari bibi (pembantu) kak".

Sabtu, 28 Oktober 2017

SUMPAH PEMUDA HARI INI

Bangun pagi terasa ringan sekali disaat ada sesuatu yang mau dikerjakan, apalagi sesuatu itu memang pilhan sendiri dan dikerjakan dengan senang hati, riang gembira. Berbeda dengan bangun pagi dengan alasan masuk kelas, ya salam itu berat. Sumpah.

Alasan bangun pagi kali ini karena hari ini tepat 89 tahun yang lalu para pemuda seIndonesia mengucapkan janji setia. Janji yang mempersatukan bangsa kita hingga saat ini.

Kali ini kami menggelar diskusi peran pemuda diera digital, era yang ditandai dengan teknologi informasi berbasis internet menjadi tulang punggung berjalannya kehidupan. Coba andaikan internet tutup sehari saja, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi?emakku ga jadi ngegojek.

Diskusi sangat menarik dipandu moderator yang cantik sekaligus pemandu ikrar sumpah pemuda sebagai refleksi pemuda sekarang.

Era digital memang tidak bisa ditolak, akan tetapi hal positif apa yang dapat di kerjakan untuk membangun bangsa? Dari pemateri pertama menawarkan refleksi spirit pemuda dulu yang harus dimiliki oleh pemuda zaman now, pemateri kedua mengajarkan mengenali persoalan terutama dibidang pertanian dan maritim, pemateri ketiga juga mengurai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, baik persoalan kekerasan perempuan, korupsi, intoleransi, sara, dan ancaman disintgrasi yang selalu disebarkan di media sosial.

Terus apa yang harus dilakukan stelah mengenal persoalan dan menyadari kalau ada yang salah dan harus dibenarkan? Jawabanya sederhana, lalukan hal yang positif sekecil apapun yang memberikan efek terhadap masyarakat, caranya bagaimana? Terjun bersama dengan masyarakat, melakukan kegiatan yang berbasis pemberdayaan lokal, memberikan sosialisasi akan pentingnya mengetahui UU tentang desa dll.

Itu semua bisa dilakukan kalau kita mempunya jiwa muda yakni spirit keterlibatan dalam perubahan kearah yang lebih baik.

Apa Kabar Pemuda..!!!

Pemuda itu semangat
Pemuda itu kuat
Pemuda itu kreatif
Pemuda itu cerdas
Pemuda itu berani
Pemuda itu kritis
Pemuda itu rajin
Pemuda itu ramah
Pemuda itu solider
Pemuda itu humoris
Pemuda itu peka
Pemuda itu tanggap
Pemuda itu pembangkang


Pemuda itu memiliki semuanya, wajar kalau pemuda menjadi tulang punggung dalam sebuah negara. Indonesia menitipkan masa depan yang  lebih baik kepada pemuda. Dilain sisi pemuda juga menjadi musuh utama bagi penguasa yang zholim. 

Dalam proses dinamika kehidupan manusia, pemuda sudah berhasilkan mencatatkan prestasi pada eranya masing-masing dalam buku sejarah. Di Indonesia sendiri misalnya,pada generasi pra kemerdekaan mampu mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah pemuda yang selalu di peringati pada 28 Oktober. Pemuda generasi 98 yang diwakilkan oleh mahasiwa juga sudah mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah mahasiswa. Dan masih banyak yang sudah pemuda lakukan dalam sejarah. 

Sampai hari ini masih relevankah defenisi pemuda menjadi sosok manusia yang istimewa.? Dalam rentan waktu 20 tahun terakhir, apa yang sudah dilakukan pemuda?.Kemana pemuda yang selama ini selalu risih dengan keadaan yang semakin hari semakin runyam??.  

Hari sumpah pemuda menjadi momentum yang pas untuk melakukan refleksi, oto kritik serta merekonstruksi kembali pemuda yang selama ini hampir keluar dari jalur semangat sumpah pemuda. Tetap menjadi pemuda jaman now, dan tidak lupa dari khittohnya pemuda.

Selamat hari sumpah pemuda.!!!

Jumat, 27 Oktober 2017

CARA MEMIMPIN

Setiap pemimpin mempunyai caranya sendiri untuk mengambil hati masanya sekaligus untuk melawan lawannya. Hitler dengan gaya berapi-api di bumbui dengan sikap cauvisnisme. Muhammad dengan mencotohkan ahlaqul karimah dengan empat sifat idelanya, sidiq, amanah, tabligh, fatonah. Soeharto dengan gaya kalem dan senyum tipis-tips tipikal orang jawa yang santun. Ada yang hanya menampakkan ke angkerannya dengan memasang wajah asam, cemberut sebagai pembatas agar di hargai, setiap dialog dengan nada keras walaupun tidak kongkrit, yang penting keras agar lawan malas membantah. Pemimpin yang demikian hanya mau mendengarkan perkataannya sendiri (bukan Ahok lho).

Dizaman teknologi komunikasi, media sosial menjadi media para pemimpin untuk menaklukkan hati rakyatnya, ada yang hobi curhat lewat twitter, ada yang suka ngevlog, youtube dll.

Kali ini yang menyita sorotan publik adalah wakil gubernur jakarta yang baru dengan gimik sebagai gerkan mengecoh lawan sekaligus mendapat simpati masa. Cukup berlian dengan cara-cara yang kekinian, fres dan tentunya menghibur, karena memang rakyat sangat butuh hiburan. Rasanya harapan mencari peminpin ideal -yang berahlaq baik dan berpihak pada rakyat- sudah jauh panggang diatas bara. Sulit sekali mendapat pemimpin yang komitmen dengan janji politiknya yang memang terlalu muluk. Ditengah harapan yang tak mungkin terkabulkan dan memang sudah hampir mustahil mencari pemimpin yang ideal, paling tidak pemimpinnya menghibur dan lucu dengan kekonyolannya.

Kamis, 26 Oktober 2017

Terimakasih para pemuda yang telah membuat janji setia berbahasa satu bahasa Indonesia

SOUNDQUARIUM | Bangga Bahasa Indonesia: http://youtu.be/qpdywcHL1ik

SUMPAH PEMUDA

26 Okteber 84 tahun yang lalu para pemuda sibuk menyiapkan acara konggres pemuda ke dua yang jatuh pada tanggal 27-28. Persiapannya bukan hanya pada tanggal 26 oktober akan tetapi jauh sebelum itu, tahun 1926 para pemuda melaksanakan konggres pemuda pertamanya sebagai upaya mempersatukan seluruh pemuda Hindia Belanda.

Sebagai folow up dari konggres pertama diadakan tiga kali pertemuan (12 Februari 1927, 3 Mei 1928, 12 Agustus 1928) sampai pas pada pertemuan ahir 12 Agustus 1928 dihadiri seluruh perwakilan pemuda dari berbagai wilayah, pada pertemuan itu mereka bersepakat untuk mengadakan konggres pemuda ke dua.

Konggres pemuda ke dua di inosiatori oleh organisasi PPPI, dan sekaligus menjadi ketua dalam konggres. Setiap perwakilan organasasi hanya mendapat satu job dalam kepanitiaan acara, tidak boleh lebih.

Sumpah pemuda yang dilaksanakan di Batavia di kreatori oleh pelajar dari hukum dan kedokteran. Dari dua fakultas tersebut menelurkan intelektual organik. Corak penjajah paling reaksioner adalah belanda. 350 tahun hanya mengeruk keuntungan dan membiarkan rakyat tetap bodoh. Hingga ahirnya muncul politik etis dan sampai tahun 1942 belanda belum meberikan pendidikan yang mumpuni, belum ada yang namanya universitas modern, sampai tahun 1942 baru ada dua fakultas, di Jakarta ada  fakultas hukum dan fakultas teknik berada di bandung.

Dan hanya sebagian kecil aktivis kemerdekaan mendapat pendidikan, mereka lebih banyak didik oleh rakyat yang menjadi gurunya, dari rakyatlah teori-teori revolusioner akan tumbuh. Bukan cuma menghasilkan teori retoris yang hanya laku di sekolah dan berhenti di rak, ketika penuh di bakar.

Dari aksi refleksi yang dilakukan para pemuda hingga mampu memberi ketegasan tentang persatuan yang setelahnya di sebut "sumpah pemuda" sebagai komitmen, janji suci untuk mewujudkan persatuan bangsa. Tertuang dalam tiga butir:
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Mari kita jaga, jangan hianati perjuangan para pemuda dengan merusak persatuan demi kepentingan kuasa.

Rabu, 25 Oktober 2017

PEMUDA ADALAH SPIRIT

Pemuda adalah semangat yang tak memperdulikan usia, walaupun ia tua akan tetapi punya kemauan melakukan perubahan dan mau melaksanakan apa yang ia inginkan itulah pemuda. Bukan persoalan usia, kalaupun usia masih remaja tetapi semangat perubahan zamannya sirna di telan kebodohan, kekolotan yang mengerak dalam batok kepala, sesungguhnya ia layak di sebut golongan tua, yang hanya bisa mengamini keadaan dan beromantisme.

Ada cerita inspiratif tentang semangat muda, bung Karno pada saat mau melaksanakan akad dengan Utari, bung Karno mengenakan pakaian belanda, mengenakan jas, dasi. Sontak semua yang hadir dalam acara tersebut kaget, terutama penghulu yang langsung mengurnya dan mengancam tidak akan menikahkan bung Karno dengan Utari. Kata penghulu "hai anak muda, dasi yang kamu pakai adalah pakaian kristen, tidak sesuai dengan adat kita yang beragama Islam.

Bung Karno membela diri "cara berpakaian kini sudah diperbaharui",

Penghulupun membentak sembari berkata"pembaharuan itu hanya sebatas pakai jas terbuka".

Dengan nada tinggi bung Karno menjawab"Nabi sendiri sekalipun tak akan sanggup menyuruhku menanggalkan dasi".

Penghulu bangkit dari kursi dan mengancam akan membatalkan akad nikah.

Kisah dari bung Karno menggambarkan bagaimana memperjuangkan suatu kemajuan sedang "yang lain masih berpendirian kolot". Selalu mengamini keaadaan maka akan stagnan.

Selain itu juga bung Karno pernah tidak mau menghadiri acara rapat yang dilakukan oleh Muhammadiah, dikarenakan posisi duduk laki-laki dan perempuan di sekat dengan tabir dari kain. Bagi dia tabir kain memang remeh akan tetapi ada problem yang besar disana menyangkut posisi sosial perempuan, tabir adalah simbol perbudakan bagi kaum perempuan.

Selain bung Karno ada Tan Malaka yang menghantam pemikiran kolot dan tua dengan senjata MADILOG, walaupun Tan Mlaka mengarangnya pada usia yang tak muda lagi.

Juga bung Hatta pernah mengatakan "indonesia yang muda harus memutuskan semua hubungan dengan masa lampau, untuk membangun kehidupan nasional baru yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam pidato bung Karno pernah mengatakan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Jadi sebenarnya pemuda adalah spirit perubahan, sepirit dialektika historis yang bisa di lakukan oleh siapapun yang mempunyai semangat tersebut.

Selasa, 24 Oktober 2017

PARASIT LAJANG

Berawal dari sebuah kejenuhan membaca buku rekomendasi dari dosen yang sulit di pahami dan hanya membuat ngantuk, kalau gak ngantuk hanya membuat migrain kambuh, maklum membaca buku di zaman yang serba mewah sekarang tidak menjadi trand, yang ngetren adalah membaca status. Aku tak bisa membayangkan mahasiswa  angkatan 65 dengan jargonnya BUKU, PESATA, dan CINTA, mungkin mereka semua kena migrain, dan pada ahirnya rasa sakit itu dilampiaskan kepada bung Karno. Untungnya aku terlahir di zaman perayaan kemewahan secara besar-besaran, zaman ini (dilingkungan kampus) ditandai dengan munculnya jargon baru yaitu NKK-BKK (Nongkrong Kos Kampus. Burjo Kos Kampus)
Sebagai mahasiswa jurusan sejarah -di era NKK-BKK- seharusnya buku merupakan teman intim untuk memperluas prespektif  akan pemahaman sejarah. Tapi, rasa males, rasa lapar, main game, main gadged, mainin anaak orang dapat menghilangkan mod untuk berbuat baik. Untuk mengalihkan kegiatan yang kontra produktif itu aku mebaca Si Parasit lajang. Buku ini ditulis perempuan metropolitan yang pandai bergaul dan menggauli, perumpuan merdeka yang berani mengatakan hal-hal yang dianggap tabu oleh masyarakat. Dia juga pernah menulis Novel Saman yang berhasil mencerahkan para perempuan dari hegemoni mantra DARMA WANITA zaman Orba yang telah berhasil mendomestikkan peran perempuan. 
kodaiobscura.wordpress.com
Buku ini ditulis  tahun 2003, terbitan yang ketiga februari 2015. Sosok ayu utami yang tidak se ayu namanya memcoba menawarkan cercaan-cercaan terhadap nilai yang sudah mapan, benturan budaya, mengungkap hal-hal yang dianggap tabu, mengusung aroma posko, feminisme. Judul si parasit lajang ini terinspirasi dari statement feminis jepang, yang mengatakan orang singgel, bekerja dan masih tinggal sama orang tuanya dianggap sebagai singgel parasit.
Kisah yang terukir selama rentang 10 tahun ini didahaului dengan pernyataan alasan tidak kawin, baik secara sosiologis ataupun biologis. Bagi dia pernikahan bukanlah merupakan suatu kuwajiban (orang boleh tidak menikah), perselingkuhan tidak selamanya buruk, dan perempuan harus berdaulat atas tubuhnya sendiri. Selain itu dia juga menjelaskan tentang hukum negara yang berpihak kepada kaum laki-laki, hukum pernikahan di Indonesia selalu menempatkan suami sebagai kepala keluarga, menurut dia tentang siapa yang menjadi kepala keluarga, atau apa harus ada kepala keluarga, serahkan saja pada pasangan yang menikah. Biar itu menjadi urusan pribadi orang. Jangan jadikan aturan negara. Sebab, itu tidak adil dan tidak benar. Praktiknya, banyak sekali istri yang menjadi tulang punggung keluarga, tetapi ia tidak mendapatkan pengakuan, perlakuan yang layak sebagai pencari sumber nafkah utama. 
Selain itu, manusia selalu memproduksi nilai-nilai keskralan dalam pernikahan, salah satu usaha yang dilakukan adalah pengagungan terhadap prosesi pernikahan dibalut dengan kemewahan, padahal yang realistis adalah hal setelah pernikahan itu sendiri. Alasan si parasit lajang ini awalnya sangat sederhana. Sejak kecil ia melihat masyarakat mengagungkan pernikahan. Ironisnya dongeng Cinderela, putri salju, putri tidur, pretty woman tamat pada upacara, dentang lonceng, tukar cincin, atau ciuman pada balkon. Artinya tak ada dongeng tentang pernikahan itu sendiri.
 Pernikahan dalam budaya masyarakat dianggap hal yang sangat sakral, jodoh dalam pernikahan adalah takdir, bahkan disejajarkan dengan kelahiran dan kematian. Pesan yang disampaikan ayu bahwa proses kelahiran dan kematian adalah proses alamiah, sedangkan pernikahan adalah konstruksi budaya. Termasuk tentang  cinta, cinta  itu yang membentuk adalah  “keseringan”, keseringan lihat, keseringan kumpul dan keseringan-keseringan yang lain, ibarat candu, keseringan itu mengakibatkan candu, sedangkan candu yang diderita seluruh orang adalah norma, itulah hakikat kausalitas tak berujung. 
Tulisan yang diangkat dari aktifitas sehari-hari yang dilakukan oleh mbak ayu dengan kawan-kawan nya dan rekaman yang bernada kritik sosial terasa di awal tulisan sampai penutup.
Si penunulis tampil sebagai juri penilai dari kondisi sosial, nilai-nilai yang telah mengalami pergeseran yang disebabkan oleh kapitalisme. Sijuri ini adalah cewek kelas menengah yang tinggal di kota. Konon kelas ini paling terdekte dengan kapitalisme. Kumpulan kolom ini menunjukkan bahwa orang bisa bersikap kritis bahkan sambil tetap berada dalam lingkup kehidupan kaapitalistis. Orang bisa menyukai barbie, film porno, fesyen, mal sambil tetap bisa bilang bahwa semua itu bisa menerkam manusia dan kita harus cerdik-cerdik bergumul dengannya, seperti seorang pawang bermain dengan hari mau sirkus.
Ia juga mencatat tentang pergerakan nilai-nilai yang terjadi di masyarakat dengan lucu. Jika ada pesan dalam buku, maka itu adalah demikian: di zaman ini, larangan tidak memadai lagi untuk bekal manusia berhadapan dengan tantangan. Yang di butuhkan adalah kecerdikan. Begitulah kira-kira pendapat si pengantar dalam buku ini.

Senin, 23 Oktober 2017

SEKILAS TEOLOGI PEMBEBASAN

Perjalanan hidup manusia di dalam ruang yang bernama semesta membuat manusia berfikir dengan kondisi disekelilingnya, karena hanya manusialah yang mampu untuk berfikir. Dari hasil kontak fikiran dengan semesta muncul berbagai macam kreasi, salah satunya adalah agama. Karena pada dasarnya manusia membutuhkan cahaya transenden untuk menerangi perjalanan kehidupan. Kemunculan agama sesuai dengan porsi kebutuhan zamannya, dalam Islam porsi yang di butuhkan adalah pembersihan tuhan-tuhan lama, ibadah diperjual belikan, aturan dagang, pembebesan budak dan lain-lain. Pada dasarnya agama adalah kenyataan sosial, karena agama tidak tampil pada suatu hakikat yang sama pada semua masa dan tempat, akan tetapi sebagai bentuk kebudayaan yang selalu bertransformasi dalam berbagai periode sejarah. Zaman pertama kali agama muncul dalam pentas sosial, agama milik orang yang termarginalkan, lalu setelah kemenangan agama lewat bukti banyak yang menyerahkan diri padanya, akhirnya agama dijalin oleh kerajaan dan diserap ke dalam masyarakat.

             Perjalanan gelombang sejarah tersebut tak luput juga dari perselisihan atau pertentang yang secara simbolik mengatasnamakan agama. Pertentangan yang terjadi dalam panggung sejarah memberikan gambaran kekuatan klas. Seperti contoh khowarij, muktazilah merupakan kelompok oposisi dari penguasa. Terlepas dari semua itu semua termasuk pada pertarungan mewakili kepentingan ataukah murni karena ingin memurnikan ajaran Tuhan? Jalinan yang di buat oleh orang/kelompok yang menang itulah ajaran yang di yakini benar oleh masyarakat tanpa melihat atau menilai esensi yang terkandung didalamnya. Akhirnya penilaian terhadap agama  hanyalah sebatas persekongkolan para pendeta saja untuk melanggengkan kepentingan klasnya dengan menawarkan ramuan kesabaran terhadap masarakat untuk tetap sabar menghadapi ujian hidup. Karena barang siapa yang sabar di akhirat nanti akan diberikan surga yang indah.
            Dari konsolidasi antara agama dengan penguasa itulah sehingga memunculkan kritakan bahwa agama itu candu atau opium yang membuat manusia terbuai dan melupakan keluh kesah kehidupan yang nyata. Sehingga agama hanya terkesan sebagai tumpukan ritual tanpa misi yang kongkrit, hanyalah tulisan-tulisan  suci yang tidak semua orang boleh memgang.
 Namun pada perkembangannya agama pun berubah menjadi alat perjuangan dalam melakukan pembebasan. Seperti yang terjadi di Amerika Latin, tahun 1960-an, terjadi proses radikalisasi  yang berkembang dikalangan orang-orang kristen. Fenomena yang menjadi sorotan saat itu adalah gerakan yang dipimpin oleh Romo Camillo Torres, dengan mengorganisir suatu gerakan rakyat yang militan. Kemudian disusul dengan terbentuknya organisasi Romo-Romo untuk Dunia ketiga. Mereka menafsirkan ulang kitab sucinya sesuai dengan praktek-praktek kehidupan nyata mereka sebagai panduan aksi-aksi pembebasan. Setting latar dari kemunculan ini dipicu oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal; setelah Perang Dunia II muncul pemahaman-pemahaman baru terhadap agama serta lebih terbuka untuk mengkaji ilmu sosial modern. Faktor eksternal; keterbelakangan, kemiskinan mewabah sebagai akibat dari industrialisasi yang dimotori oleh modal Modal Multinasional, pada tahun 1959. Revolusi Kuba meletus sebagai tanda babak baru dalam sejarah Amerika Latin yang di tandai oleh semakin meningkatnya perjuangan sosial.


Dalam dunia Islam kita akan bertemu dengan Asgar Ali Enginer, dia memandang agama itu muncul untuk menghilangkan praktik penghisapan yang dilakukan oleh kaum Qurais. Jual beli manusia atau praktik perbudakan juga masih menjadi tradisi. Meminjam istilah Gramisi- muncullah intelektual yang tumbuh dari kelompok organiknya, yang akan memberi dorongan perubahan- Sedang di India muncullah Asgar sebagai konseptor melawan Pimpinan Bohras. Kondisi di India banyak orang miskin, terlantar, orang yang tak tentu nasibnya, pada masa pasca-kemerdekaan India terjadi banyak kerusuhan.
Setting teologi pembebasan Asghar lebih menekankan aspek praksis, dalam artian lebih menuntut kebebasan akan otonomi manusia yang mempunyai komunikasi secara dialektis terhadap kondisinya dan kondisi disekitarnya. Dasar itu digunakan sebagai pijakan praksis. Pandangan Asghar dianggap mengancam segala bentuk kemapanan yang mengeksploitasi kaum lemah.
Pembebasan teologi dilakukan untuk membangun teologi pembebasan, karena teologi yang ada cenderung ke arah filosofis-metafisik yang ambigu dan abstrak yang menyebabkan aktifitas keagamaan mengalami kemandekan. Karena hanya bersifal ritualistik semu, dogmatis yang membingungkan. Sehingga bagi Asghar agama seperti itu dikatakan mistik dan hanya untuk menghipnotis masyarakat.
Agama tidak boleh berhenti pada urusan akhirat ataupun duniawi saja, tetapi harus dapat menjaga relevansinya. Sehingga agama menjadi hal dinamis. Bagi Asgar agama harus menjadi sumber motivasi bagi kaum tertindas untuk mengubah keadaan mereka dan menjadi kekuatan spiritual untuk mengkomunikasikan dirinya secara signifikan. Dengan memahami berbagai aspek spiritual yang lebih tinggi dari realitas ini, disamping mengakui konsep metafisika tentang takdir dalam rentang sejarah umat Islam, juga konsep bahwa manusia itu bebas nilai, konsep ini dipandang sebagai tawar menawar antara kebebasan manusia dan takdir (tidak baku).
Dalam kondisi saat ini di Indonesia, di mana suasana pemikiran dan praktik pembebasan terasa sayup bahkan beku, sehingga praktik-praktik penghisapan, penindasan, masyarakat tercerabut dari hak miliknya, apalagi fenomena agama yang sudah menjadi komoditi atau jajanan pasar, dari itu perlu kita kembali kaji bersama tentang teologi pembebsan. Tentunya dengan evaluasi kritis dan menyesuaikan dengan gejala-gejala yang terjadi. Pemahaman-pemahaman yang sudah mapan harus kembali digugat dan diberi pandangan value agar kebekuan yang terjadi mampu di cairkan.

Chord dan Lirik Cogtio-Tentang Ombak

Cogtio-Tentang Ombak

Intro : A F#m Bm E
           C#m Bm D E A
A           F#m                      Bm
Angin berhembus dingin
                   E.                    C#m - Bm
Menerpa jatuh daun kering
                    D                   E        C#m - Bm
Ombak berkejaran merebut tepi
                       A
Menghapus sepi
A                F#m                  Bm          E
Samudra biru luas bagai tanpa tepi
                   C#m         Bm                            A
Menenggelamkan matahari meneju sepi
Reff.
D                          C#m                                Bm
...Gelombang ombak yang tak pernah lelah
A
menuju tepi
D                                 C#m              Bm
...Menghancurkan istana pasir dan
A
potongan kenangan
D                  C#m                          Bm
...Gemuruh ombak menghantam karang
A
memacu layar
D          E            A
...menuju impian

Chord dan Lirik Cogito-Perempuan

Cogito-Perempuan

Intro : E7 C#m A B
           G#m C#m F#m B7
E7                                      C#m
Tangismu adalah pembelaan
A                                   B
Kebaikanmu sebagai topeng untuk mencuri
              E7
Itu pepatah lama
E7                                  C#m
Yang sengaja dibuat untuk membuatmu
                A                       B
Tampak kerdil tampak kecil
Reff.
A              B                   E       G#m             C#m
Kau manusia bukan hanya sebatas seperti
A                              B                          E7
Langkahkan kakimu sejauh harapan
A                B               E         G#m            C#m           
Kau manusia bukan hanya sebatas seperti
A                                 B                              E7
Gantungkan cita-citamu setinggi nirwana
Interlude : E7 C#m A B
                   G#m C#m F#m B7
A                    B                  E7
Jika kamu dianggap bunga
A                 B                  G#m                        C#m
Dan laki-laki dianggap kumbang yang mengambil
           A                                B
 sari putikmu itu pepatah lama
Kembali ke : reff

Chord dan Lirik Cogito-Kamar Gelap

Cogito-Kamar Gelap

Intro : Am..F.. 2x  E
Am                E
Dikamar gelap
Dm                                  Am
Aku menyembunyikan mukaku
Dm               Am         E
Dari hiruk pikuk dunia
Am                      E
Mengutuk waktu
Dm                           Am
Yang datang terlalu cepat
Dm                    Am                     E
Menyeret semua tanpa ampun
Reff.
F                                    C
Yang menang menginjak
                Dm                   Am
Yang kalah menjadi sampah
Dm                           Am
Dan yang tidak keduanya
               E
Hanya menyanyi sunyi
                     Am
Dikamar gelap

Sabtu, 21 Oktober 2017

MANTRA, SENI DAN KEKUASAAN

Novel Mantra penjinak ular merupakan kumpulan dari cerbung (cerita bersambung) yang di tulis di kompas oleh Kuntowijoyo. Novel yang berjumlah 274 halaman, ukuran kertas 13cm x 19cm itu diterbitkan pada bulan Oktober tahun 2000. Cetakan kedua pada Oktober 2013, dengan motifasi mengenang almarhum guru besar sejarah (Pak Kunto).
Mantra merupakan kata-kata penuh metafora yang mempunyai kekuatan spiritual dan dapat menaklukan apa pun.

Mantra bisa berfungsi ketika yang empunya mantra mempunyai kemantapan yang begitu kuat. Dengan mantra orang akan menjadi seperti memiliki kesaktian, seperti yang digambarkan dalam novel Mantra Penjinak Ular. Tokoh utama dalam novel yang bernama Abu tiba-tiba didatangi orang yang mirip dengan pendekar, kemudian Abu diwarisi mantra yang berbahasa arab dan lafal-lafalnya diambil dari al-Quran. Mantra itu mempunyai kekuatan untuk menjinakkan ular.

Abu adalah gambaran dari pemuda yang mempunyai kepribadian luwes. Bergaul dengan masyarakat, banyak sekali terobosan baru yang ditawarkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah program membuat saluran air. Dengan kecerdasan dan keluwesan Abu, agenda besar itu pun tercapai.

gambaran dari mantra itu sebagai wujud komunikasi positif yang dapat menghasilkan cinta, sehingga ular yang berbisa pun dapat diluluhkan tanpa perlu menyakitinya. Mencintai ular sama juga dengan mencintai lingkungan, karena ular termasuk dalam satu ikatan rantai makanan, satu saja putus maka keadaan alam menjadi tidak stabil. Bagi Abu ular tidak perlu ditakuti, kalau kita tidak mengganggu ular, ular juga tidak akan mengganggu kita.

“Manusia dan Ular mempunyai dunianya sendiri-sendiri. Ular punya dunia, manusia punya dunia. Biarkan sungai mengalir, biarkan burung terbang, biarkan ular berdesir.”
Begitulah kata Abu saat dia menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya mencintai lingkungan. Mencintai ular berarti mencintai alam. Tidak seperti kenyataan sekarang, eksploitasi besar-besaran terhadap alam yang mengakibatkan banjir, kebakaran hutan, langkanya air dan derasnya air mata.

Selain Abu pandai menjinakkan ular dia juga jago mendalang. Bagi dia wayang memiliki kekuatan yang mampu memberikan pelajaran hidup bagi manusia. Karena selain wayang sebagi tontonan ia juga merupakan sebuah tuntunan. Selain itu wayang juga mengajarkan kebijaksanaan, berlaku adil, menamkan nilai-nilai humanis, mengajari pemimpin untuk mencintai masyarakatnya, dan dengan wayang Abu mampu menumbangkan randu yang telah berakar kuat.
Konflik mulai muncul ketika akan dilaksanakan pesta demokrasi, saat pemilihan lurah Abu secara tidak sadar masuk ke dalam lingkaran politik tertentu. Karena kemahiran dia dalam menjadi dalang. Wayang menjadi pilihan kampanye dari para calon pemimpin desa, karena atensi masyarakat terhadap wayang begitu tinggi. Selain itu wayang sangat strategis untuk kampanye di bandingkan dangdut yang paling banter 12 lagu sudah selesai, sedangkan wayang bisa sampai pagi.
Abu mulai memikirkan tentang fungsi seni dalam dinamika sosial masyarakat. Hingga dia menemukan jawabanya, seni itu juga menghibur dan mengajarkan kebijaksanaan hidup. Lebih jauh menurutnya, seni adalah air yang menutupi benjol-benjol yang ada dalam masyarakat dan menjadikannya datar. Mengutip ajaran Sunan Drajad, Abu berpendapat, seni memberi air bagi mereka yang kehausan, memberi payung bagi mereka yang kehujanan, memberi tongkat bagi pejalan yang sempoyongan.

Dalam novel ini setting budaya Jawa yang berbalut Islam sangat terasa. Konsep trilogi Islam yakni hablun minallah, hablun minannas, dan hablun minal alam menjadi ruh jalannya cerita dalam novel. Tokoh yang bernama Abu Kasan Sapari tumbuh dari suatu proses dialektik yang membuat Abu menjadi intelektual. Kecerdasannya mendorong masyarakat menjadi lebih maju, sadar lingkungan dan melek politik. Lewat dua senjata tersebut Abu dapat mencaabut akar randu yang sudah kokoh, selain itu Abu dengan daya intelegensia, dapat menjadikan wayang sebagai medium untuk mengingatkan para penguasa, dan sebagai edukasi moral terhadap anak-anak lewat inovasi wayang fabel, yang berdurasi pendek dan cerita yang mudah di pahami oleh anak-anak.

Musik Kids Jaman Now


Siapa sih di dunia ini yang tidak suka musik?. Hampir semua makhluk yang berakal dan berproduksi suka dengan musik.


Banyaknya genre musik yang berkembang sehingga selera musikpun berbeda setiap orang. Dan selera musik dari orang biasanya mewakili generasinya. Walaupun ada satu dua yang beda. Selera musik anak pra 70an berbeda dengan pasca 70an, dan begitu seterusnya. 

Untuk kids jaman now mempunyai selera musik tersendiri. Maraknya musik KOPLO dan musik INDIE belakangan ini dan banyak diminati oleh remaja dan anak muda, sehingga dapat dikatakan generasi sekarang adalah GENERASI KOPLO atau GENERASI INDIE

Dua jenis musiknya pada dasarnya perkembangan dari jenis musik sebelumnya. Koplo misalnya, musik yang tumbuh kembangnya di daerah Jawa khususnya Jawa timur ini timbul dari kejenuhan terhadap musik dangdut yang tenar pada era sebelumnya dengan menambahkan sedikit polesan-polesan sehingga semakin nikmat didengar. Pada awalnya saya mengira musik koplo ini hanya disukai oleh orang di Jawa, ternyata teman-saya yang berada di pulau Jawa juga banyak yang menyukai dengan musik ini. 

Begitupun juga dengan musik indie. Jenis musik ini lebih mengedepankan kebebasan dan kemandirian (independent) dalam bermusik dan tidak bergantung pada label. Dapatkan dikatakan musik ini merupakan antitesa dari musik menstrim yang sangat bergantung pada label dan pasar.  Band Indie menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Nggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran. Sehingga lagu indie banyak sekali variasinya. Sekarang dua jenis musik ini sudah menguasai panggung musik, dan sudah mengakar kedalam tubuh penikmatnya.