Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 November 2017

Soto hidangan ekonomis

Hidangan hajatan yang di lakukan masyarakat kelas bawah di beberapa daerah yang saya pernah jumpai adalah soto.

Dari mulai acara mantenan, sunatan, dll rata-rata menggunakan menu soto. Menu ini terkesan mewah simpel dan tentunya ekonomis.

Tentunya varian sotonya sesuai lidah daerah masing-masing. Akan tetapi rata-rata sama dengan kuah agak kuning dan menggunakan daging ataupun jeroan.

Ada tips yang lebih ekonomis lagi, berikut tips soto ekonomis dari hasil analisa lapangan.

Yang pertama, perbanyak kuah, ini berfungsi untuk meminimalisir porsi nasi, karena maklum walaupun negara kita agraris akan tetapi tidak mempunyai keadaulatan pangan walhasil ya harga beras mahal. Nah dengan memperbanyak kuah akan menutupi kekurangan nasi, dan yang pasti tamu undangan akan kenyang air.

Yang kedua, perbanyak sayur, semisal kobis, tauge, seledri. Ini berfungsi untuk mengkamuflasi daging, jadi walaupun porsi dagingnya sedikit akan tertupi dengan banyak sayur. Dan tentunya akan lebih menyehatkan plus irit.

Yang ke tiga, gunakan piring atau mangkok ukuran mini. Jika anda ingin membuat gaya prasmanan jangan menggunakan tempat makan yang besar karena akan membuat pasukan berani makan bebas mengambil sepuasnya, padahal biasanya pasukan berani makan ini hanyalah tim hore yang orientasinya hanya kenyang tapi cuma membawa amplop kosong. Bisa tekor.

Nah itu tadi beberapa tips hidangan soto yang melegenda dan menusantara, tapi hati-hati itu prodak dari cina lo yang diakulturasi lewat pesisir semarang, jadi yang merasa anti cina dan komunis hindarilah makanan tersebut. Jangan hanya pas orasi saja mengatakan anti ini anti itu, ehhhhh pas dapat soto minta nambah, tekor sodara.

Senin, 30 Oktober 2017

Revolusi Putih ala Pakde Bowo

Melalui adiknya Hashim Djojohadikusumo, Prabowo mengusulkan (lebih tepatnya sih memerintahkan) kepada Anis - Sandi untuk menerapkan Revolusi Putih di DKI. 


Revolusi Putih ala pakde Bowo adalah menggenjot tingkat konsumsi susu di kalangan masyarakat luas. Waww susu,, Kampanye ini sebetulnya sudah muncul sejak pemilihan presiden tahun 2009 silam ketika Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri. Pakde Bowo memandang, dalam proses pembangunan SDM perlu adanya asupan gizi yang baik. Dalam hal ini diterapkan kepada pelajar dari SD - SMA, mungkin untuk mahasiswa sudah bisa nyari susu sendiri,. 

Pada dasarnya revolusi putih ini hampir sama dengan revolusi mental ala pakde Jokowi, sama - sama untuk pembangunan SDM. 

Namun ide pakde Bowo ini banyak yang tidak setuju. Ada yang memandang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Salah satunya  Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Nila menilai, program bagi-bagi susu kepada anak-anak itu tidak akan optimal. 
"Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana," kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017). Nila lebih sepakat dengan menteri Susi yang juga pernah mengkritik revolusi putih  ala pakde Bowo dan mengusulkan "susinisasi".

Apa itu 'Susinisasi'?

Istilah 'Susinisasi' ternyata merujuk pada namanya sendiri sebagai Menteri KKP yang sedang mengampanyekan gerakan makan ikan nasional.

"Susinisasi itu maksudnya makan ikan. Jadi bukan minum susu saja, tapi makan ikan diperbanyak dong," ujar Susi saat berbincang santai dengan wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (21/10/2017).

Gerakan minum susu memang kurang relevan untuk saat ini, mengingat sampai hari ini susu aja masih impor. Sebagai gladiator yang siap masuk gelanggang pada 2019 mendatang, memang harus sering mengeluarkan ide dan gagasan, kali aja menarik. Kita tunggu apakah revolusi putih ini juga menjadi jargon pakde Bowo pada pilpres mendatang.

Minggu, 29 Oktober 2017

Pada Hari Minggu

Pada hari minggu kuturut ayah kekota
Naik delman istimewa kududuk di muka

Pagi-pagi mendengar lagu anak-anak yang dinyanyikan anaknya ibu kos, lucu dan lugu, rasanya begitu natural mendengarnya. Sebab jarang sekali ada anak-anak yang menyanyikan lagu anak. Biasanya mereka menyanyikan lagu-lagu dewasa, "emangnya lagu punya umur".

Di hampir setiap event nyanyi untuk anak-anak, rata-rata mereka melantunkan lagu dewasa, dangdut yang terkenal ya "bojo galak" dan genrenya yang penuh konflik hati yang tak berkesudahan. Lagu band pun juga sama "pemilik hati" dan seluruh curhatan baper ala ABG, bayangin coy, itu dinyanyikan sama anak yang masih belum bisa benerin reslitingnya sendiri, takut nyangkut.

Tv sebagai agen dari tersebarnya budaya massa tidak memiliki visi pendidikan karakter, kui pakanan opo?, yang penting laku reting tinggi, tak peduli efek yang diberikan kepada penonton. Walaupun memang mereka sudah menerapkan tayangan sesuai batasan umur, tapi ya salam anak kecil nyanyi "kau bukan tercipta untukku", "bojoku ketikung" tak habis pikir, penghayatannya dalem lagi saat melantunkannya. Bayangin bro anak kecil.

Bukan hanya tv seluruh ruang komunikasi penuh dengan lagu-lagu seperti itu.

Banyak seniman yang memproduksi lagu anak-anak, akan tetapi tak bisa menyebar ke publik, pertama karena jarang yang mau mengorbitkan, kedua orang tua sebagai pendamping anak tak ada waktu untuk mensosialisasikannya, karena dikerja kerjaan kebutuhan hidup yang terus membludak.

Ruang kelas juga tak bisa diandalkan, karena itu hanya sesaat, mau mengharapkan lingkungan juga sudah cemar dengan lagu baper ABG.

Dan pagi ini rasanya syahdu mendengar anak-anak nyanyi lagu anak, ku tanya dia, "dek ko hafal lagu naik delman", diajari bibi (pembantu) kak".

Sabtu, 28 Oktober 2017

SUMPAH PEMUDA HARI INI

Bangun pagi terasa ringan sekali disaat ada sesuatu yang mau dikerjakan, apalagi sesuatu itu memang pilhan sendiri dan dikerjakan dengan senang hati, riang gembira. Berbeda dengan bangun pagi dengan alasan masuk kelas, ya salam itu berat. Sumpah.

Alasan bangun pagi kali ini karena hari ini tepat 89 tahun yang lalu para pemuda seIndonesia mengucapkan janji setia. Janji yang mempersatukan bangsa kita hingga saat ini.

Kali ini kami menggelar diskusi peran pemuda diera digital, era yang ditandai dengan teknologi informasi berbasis internet menjadi tulang punggung berjalannya kehidupan. Coba andaikan internet tutup sehari saja, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi?emakku ga jadi ngegojek.

Diskusi sangat menarik dipandu moderator yang cantik sekaligus pemandu ikrar sumpah pemuda sebagai refleksi pemuda sekarang.

Era digital memang tidak bisa ditolak, akan tetapi hal positif apa yang dapat di kerjakan untuk membangun bangsa? Dari pemateri pertama menawarkan refleksi spirit pemuda dulu yang harus dimiliki oleh pemuda zaman now, pemateri kedua mengajarkan mengenali persoalan terutama dibidang pertanian dan maritim, pemateri ketiga juga mengurai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, baik persoalan kekerasan perempuan, korupsi, intoleransi, sara, dan ancaman disintgrasi yang selalu disebarkan di media sosial.

Terus apa yang harus dilakukan stelah mengenal persoalan dan menyadari kalau ada yang salah dan harus dibenarkan? Jawabanya sederhana, lalukan hal yang positif sekecil apapun yang memberikan efek terhadap masyarakat, caranya bagaimana? Terjun bersama dengan masyarakat, melakukan kegiatan yang berbasis pemberdayaan lokal, memberikan sosialisasi akan pentingnya mengetahui UU tentang desa dll.

Itu semua bisa dilakukan kalau kita mempunya jiwa muda yakni spirit keterlibatan dalam perubahan kearah yang lebih baik.

Apa Kabar Pemuda..!!!

Pemuda itu semangat
Pemuda itu kuat
Pemuda itu kreatif
Pemuda itu cerdas
Pemuda itu berani
Pemuda itu kritis
Pemuda itu rajin
Pemuda itu ramah
Pemuda itu solider
Pemuda itu humoris
Pemuda itu peka
Pemuda itu tanggap
Pemuda itu pembangkang


Pemuda itu memiliki semuanya, wajar kalau pemuda menjadi tulang punggung dalam sebuah negara. Indonesia menitipkan masa depan yang  lebih baik kepada pemuda. Dilain sisi pemuda juga menjadi musuh utama bagi penguasa yang zholim. 

Dalam proses dinamika kehidupan manusia, pemuda sudah berhasilkan mencatatkan prestasi pada eranya masing-masing dalam buku sejarah. Di Indonesia sendiri misalnya,pada generasi pra kemerdekaan mampu mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah pemuda yang selalu di peringati pada 28 Oktober. Pemuda generasi 98 yang diwakilkan oleh mahasiwa juga sudah mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah mahasiswa. Dan masih banyak yang sudah pemuda lakukan dalam sejarah. 

Sampai hari ini masih relevankah defenisi pemuda menjadi sosok manusia yang istimewa.? Dalam rentan waktu 20 tahun terakhir, apa yang sudah dilakukan pemuda?.Kemana pemuda yang selama ini selalu risih dengan keadaan yang semakin hari semakin runyam??.  

Hari sumpah pemuda menjadi momentum yang pas untuk melakukan refleksi, oto kritik serta merekonstruksi kembali pemuda yang selama ini hampir keluar dari jalur semangat sumpah pemuda. Tetap menjadi pemuda jaman now, dan tidak lupa dari khittohnya pemuda.

Selamat hari sumpah pemuda.!!!

Jumat, 27 Oktober 2017

CARA MEMIMPIN

Setiap pemimpin mempunyai caranya sendiri untuk mengambil hati masanya sekaligus untuk melawan lawannya. Hitler dengan gaya berapi-api di bumbui dengan sikap cauvisnisme. Muhammad dengan mencotohkan ahlaqul karimah dengan empat sifat idelanya, sidiq, amanah, tabligh, fatonah. Soeharto dengan gaya kalem dan senyum tipis-tips tipikal orang jawa yang santun. Ada yang hanya menampakkan ke angkerannya dengan memasang wajah asam, cemberut sebagai pembatas agar di hargai, setiap dialog dengan nada keras walaupun tidak kongkrit, yang penting keras agar lawan malas membantah. Pemimpin yang demikian hanya mau mendengarkan perkataannya sendiri (bukan Ahok lho).

Dizaman teknologi komunikasi, media sosial menjadi media para pemimpin untuk menaklukkan hati rakyatnya, ada yang hobi curhat lewat twitter, ada yang suka ngevlog, youtube dll.

Kali ini yang menyita sorotan publik adalah wakil gubernur jakarta yang baru dengan gimik sebagai gerkan mengecoh lawan sekaligus mendapat simpati masa. Cukup berlian dengan cara-cara yang kekinian, fres dan tentunya menghibur, karena memang rakyat sangat butuh hiburan. Rasanya harapan mencari peminpin ideal -yang berahlaq baik dan berpihak pada rakyat- sudah jauh panggang diatas bara. Sulit sekali mendapat pemimpin yang komitmen dengan janji politiknya yang memang terlalu muluk. Ditengah harapan yang tak mungkin terkabulkan dan memang sudah hampir mustahil mencari pemimpin yang ideal, paling tidak pemimpinnya menghibur dan lucu dengan kekonyolannya.

Kamis, 26 Oktober 2017

Terimakasih para pemuda yang telah membuat janji setia berbahasa satu bahasa Indonesia

SOUNDQUARIUM | Bangga Bahasa Indonesia: http://youtu.be/qpdywcHL1ik

SUMPAH PEMUDA

26 Okteber 84 tahun yang lalu para pemuda sibuk menyiapkan acara konggres pemuda ke dua yang jatuh pada tanggal 27-28. Persiapannya bukan hanya pada tanggal 26 oktober akan tetapi jauh sebelum itu, tahun 1926 para pemuda melaksanakan konggres pemuda pertamanya sebagai upaya mempersatukan seluruh pemuda Hindia Belanda.

Sebagai folow up dari konggres pertama diadakan tiga kali pertemuan (12 Februari 1927, 3 Mei 1928, 12 Agustus 1928) sampai pas pada pertemuan ahir 12 Agustus 1928 dihadiri seluruh perwakilan pemuda dari berbagai wilayah, pada pertemuan itu mereka bersepakat untuk mengadakan konggres pemuda ke dua.

Konggres pemuda ke dua di inosiatori oleh organisasi PPPI, dan sekaligus menjadi ketua dalam konggres. Setiap perwakilan organasasi hanya mendapat satu job dalam kepanitiaan acara, tidak boleh lebih.

Sumpah pemuda yang dilaksanakan di Batavia di kreatori oleh pelajar dari hukum dan kedokteran. Dari dua fakultas tersebut menelurkan intelektual organik. Corak penjajah paling reaksioner adalah belanda. 350 tahun hanya mengeruk keuntungan dan membiarkan rakyat tetap bodoh. Hingga ahirnya muncul politik etis dan sampai tahun 1942 belanda belum meberikan pendidikan yang mumpuni, belum ada yang namanya universitas modern, sampai tahun 1942 baru ada dua fakultas, di Jakarta ada  fakultas hukum dan fakultas teknik berada di bandung.

Dan hanya sebagian kecil aktivis kemerdekaan mendapat pendidikan, mereka lebih banyak didik oleh rakyat yang menjadi gurunya, dari rakyatlah teori-teori revolusioner akan tumbuh. Bukan cuma menghasilkan teori retoris yang hanya laku di sekolah dan berhenti di rak, ketika penuh di bakar.

Dari aksi refleksi yang dilakukan para pemuda hingga mampu memberi ketegasan tentang persatuan yang setelahnya di sebut "sumpah pemuda" sebagai komitmen, janji suci untuk mewujudkan persatuan bangsa. Tertuang dalam tiga butir:
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Mari kita jaga, jangan hianati perjuangan para pemuda dengan merusak persatuan demi kepentingan kuasa.

Rabu, 25 Oktober 2017

PEMUDA ADALAH SPIRIT

Pemuda adalah semangat yang tak memperdulikan usia, walaupun ia tua akan tetapi punya kemauan melakukan perubahan dan mau melaksanakan apa yang ia inginkan itulah pemuda. Bukan persoalan usia, kalaupun usia masih remaja tetapi semangat perubahan zamannya sirna di telan kebodohan, kekolotan yang mengerak dalam batok kepala, sesungguhnya ia layak di sebut golongan tua, yang hanya bisa mengamini keadaan dan beromantisme.

Ada cerita inspiratif tentang semangat muda, bung Karno pada saat mau melaksanakan akad dengan Utari, bung Karno mengenakan pakaian belanda, mengenakan jas, dasi. Sontak semua yang hadir dalam acara tersebut kaget, terutama penghulu yang langsung mengurnya dan mengancam tidak akan menikahkan bung Karno dengan Utari. Kata penghulu "hai anak muda, dasi yang kamu pakai adalah pakaian kristen, tidak sesuai dengan adat kita yang beragama Islam.

Bung Karno membela diri "cara berpakaian kini sudah diperbaharui",

Penghulupun membentak sembari berkata"pembaharuan itu hanya sebatas pakai jas terbuka".

Dengan nada tinggi bung Karno menjawab"Nabi sendiri sekalipun tak akan sanggup menyuruhku menanggalkan dasi".

Penghulu bangkit dari kursi dan mengancam akan membatalkan akad nikah.

Kisah dari bung Karno menggambarkan bagaimana memperjuangkan suatu kemajuan sedang "yang lain masih berpendirian kolot". Selalu mengamini keaadaan maka akan stagnan.

Selain itu juga bung Karno pernah tidak mau menghadiri acara rapat yang dilakukan oleh Muhammadiah, dikarenakan posisi duduk laki-laki dan perempuan di sekat dengan tabir dari kain. Bagi dia tabir kain memang remeh akan tetapi ada problem yang besar disana menyangkut posisi sosial perempuan, tabir adalah simbol perbudakan bagi kaum perempuan.

Selain bung Karno ada Tan Malaka yang menghantam pemikiran kolot dan tua dengan senjata MADILOG, walaupun Tan Mlaka mengarangnya pada usia yang tak muda lagi.

Juga bung Hatta pernah mengatakan "indonesia yang muda harus memutuskan semua hubungan dengan masa lampau, untuk membangun kehidupan nasional baru yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam pidato bung Karno pernah mengatakan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Jadi sebenarnya pemuda adalah spirit perubahan, sepirit dialektika historis yang bisa di lakukan oleh siapapun yang mempunyai semangat tersebut.

Sabtu, 21 Oktober 2017

MANTRA, SENI DAN KEKUASAAN

Novel Mantra penjinak ular merupakan kumpulan dari cerbung (cerita bersambung) yang di tulis di kompas oleh Kuntowijoyo. Novel yang berjumlah 274 halaman, ukuran kertas 13cm x 19cm itu diterbitkan pada bulan Oktober tahun 2000. Cetakan kedua pada Oktober 2013, dengan motifasi mengenang almarhum guru besar sejarah (Pak Kunto).
Mantra merupakan kata-kata penuh metafora yang mempunyai kekuatan spiritual dan dapat menaklukan apa pun.

Mantra bisa berfungsi ketika yang empunya mantra mempunyai kemantapan yang begitu kuat. Dengan mantra orang akan menjadi seperti memiliki kesaktian, seperti yang digambarkan dalam novel Mantra Penjinak Ular. Tokoh utama dalam novel yang bernama Abu tiba-tiba didatangi orang yang mirip dengan pendekar, kemudian Abu diwarisi mantra yang berbahasa arab dan lafal-lafalnya diambil dari al-Quran. Mantra itu mempunyai kekuatan untuk menjinakkan ular.

Abu adalah gambaran dari pemuda yang mempunyai kepribadian luwes. Bergaul dengan masyarakat, banyak sekali terobosan baru yang ditawarkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah program membuat saluran air. Dengan kecerdasan dan keluwesan Abu, agenda besar itu pun tercapai.

gambaran dari mantra itu sebagai wujud komunikasi positif yang dapat menghasilkan cinta, sehingga ular yang berbisa pun dapat diluluhkan tanpa perlu menyakitinya. Mencintai ular sama juga dengan mencintai lingkungan, karena ular termasuk dalam satu ikatan rantai makanan, satu saja putus maka keadaan alam menjadi tidak stabil. Bagi Abu ular tidak perlu ditakuti, kalau kita tidak mengganggu ular, ular juga tidak akan mengganggu kita.

“Manusia dan Ular mempunyai dunianya sendiri-sendiri. Ular punya dunia, manusia punya dunia. Biarkan sungai mengalir, biarkan burung terbang, biarkan ular berdesir.”
Begitulah kata Abu saat dia menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya mencintai lingkungan. Mencintai ular berarti mencintai alam. Tidak seperti kenyataan sekarang, eksploitasi besar-besaran terhadap alam yang mengakibatkan banjir, kebakaran hutan, langkanya air dan derasnya air mata.

Selain Abu pandai menjinakkan ular dia juga jago mendalang. Bagi dia wayang memiliki kekuatan yang mampu memberikan pelajaran hidup bagi manusia. Karena selain wayang sebagi tontonan ia juga merupakan sebuah tuntunan. Selain itu wayang juga mengajarkan kebijaksanaan, berlaku adil, menamkan nilai-nilai humanis, mengajari pemimpin untuk mencintai masyarakatnya, dan dengan wayang Abu mampu menumbangkan randu yang telah berakar kuat.
Konflik mulai muncul ketika akan dilaksanakan pesta demokrasi, saat pemilihan lurah Abu secara tidak sadar masuk ke dalam lingkaran politik tertentu. Karena kemahiran dia dalam menjadi dalang. Wayang menjadi pilihan kampanye dari para calon pemimpin desa, karena atensi masyarakat terhadap wayang begitu tinggi. Selain itu wayang sangat strategis untuk kampanye di bandingkan dangdut yang paling banter 12 lagu sudah selesai, sedangkan wayang bisa sampai pagi.
Abu mulai memikirkan tentang fungsi seni dalam dinamika sosial masyarakat. Hingga dia menemukan jawabanya, seni itu juga menghibur dan mengajarkan kebijaksanaan hidup. Lebih jauh menurutnya, seni adalah air yang menutupi benjol-benjol yang ada dalam masyarakat dan menjadikannya datar. Mengutip ajaran Sunan Drajad, Abu berpendapat, seni memberi air bagi mereka yang kehausan, memberi payung bagi mereka yang kehujanan, memberi tongkat bagi pejalan yang sempoyongan.

Dalam novel ini setting budaya Jawa yang berbalut Islam sangat terasa. Konsep trilogi Islam yakni hablun minallah, hablun minannas, dan hablun minal alam menjadi ruh jalannya cerita dalam novel. Tokoh yang bernama Abu Kasan Sapari tumbuh dari suatu proses dialektik yang membuat Abu menjadi intelektual. Kecerdasannya mendorong masyarakat menjadi lebih maju, sadar lingkungan dan melek politik. Lewat dua senjata tersebut Abu dapat mencaabut akar randu yang sudah kokoh, selain itu Abu dengan daya intelegensia, dapat menjadikan wayang sebagai medium untuk mengingatkan para penguasa, dan sebagai edukasi moral terhadap anak-anak lewat inovasi wayang fabel, yang berdurasi pendek dan cerita yang mudah di pahami oleh anak-anak.

Musik Kids Jaman Now


Siapa sih di dunia ini yang tidak suka musik?. Hampir semua makhluk yang berakal dan berproduksi suka dengan musik.


Banyaknya genre musik yang berkembang sehingga selera musikpun berbeda setiap orang. Dan selera musik dari orang biasanya mewakili generasinya. Walaupun ada satu dua yang beda. Selera musik anak pra 70an berbeda dengan pasca 70an, dan begitu seterusnya. 

Untuk kids jaman now mempunyai selera musik tersendiri. Maraknya musik KOPLO dan musik INDIE belakangan ini dan banyak diminati oleh remaja dan anak muda, sehingga dapat dikatakan generasi sekarang adalah GENERASI KOPLO atau GENERASI INDIE

Dua jenis musiknya pada dasarnya perkembangan dari jenis musik sebelumnya. Koplo misalnya, musik yang tumbuh kembangnya di daerah Jawa khususnya Jawa timur ini timbul dari kejenuhan terhadap musik dangdut yang tenar pada era sebelumnya dengan menambahkan sedikit polesan-polesan sehingga semakin nikmat didengar. Pada awalnya saya mengira musik koplo ini hanya disukai oleh orang di Jawa, ternyata teman-saya yang berada di pulau Jawa juga banyak yang menyukai dengan musik ini. 

Begitupun juga dengan musik indie. Jenis musik ini lebih mengedepankan kebebasan dan kemandirian (independent) dalam bermusik dan tidak bergantung pada label. Dapatkan dikatakan musik ini merupakan antitesa dari musik menstrim yang sangat bergantung pada label dan pasar.  Band Indie menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Nggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran. Sehingga lagu indie banyak sekali variasinya. Sekarang dua jenis musik ini sudah menguasai panggung musik, dan sudah mengakar kedalam tubuh penikmatnya. 

Senin, 16 Oktober 2017

Jangan Lupa, Ini Masalah Perut

Tidak banyak yang tahu bahwa hari ini tanggal 16 oktober merupakan hari pangan sedunia. Dalam memperingati hari pangan tidak ada demo massal seperti may day dan hari tani untut kesejahteraan. Media tidak begitu tertarik dengan isu ini, mereka lebih memilih menayangkan pelantikan gubernur Jakarta Anis - Sandi yang bertepatan dengan hari yang sama.

Memang hari pangan tidak datang dari perjuangan rakyat dan tidak ada organisasi sektoral yang spesialis untuk perjuangan pangan. Dalam sejarahnya isu ini datang dari  lembaga bernama Food and Agriculture Organization (FAO) yang merupakan salah satu lembaga dari organisasi elit dunia (PBB) ketika konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Sehingga isu ini terkesan biasa-biasa saja dan tidak begitu penting untuk diperingati

Melihat dari tujuan diperingatinya hari pangan ini, sangat mulia. Yakni untuk meningkatkan kepedulian terhadap kemiskinan dan kelaparan serta ketahanan pangan. Seharusnya ini menjadi mementum untuk lebih merefleksi dan memperjuangkan kesejahteraan pangan.

Di Indonesia sendiri masalah pangan dan ketahan pangan masih menjadi persoalan bangsa yang seakan tidak kunjung selesai. Sampai hari ini masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Jangankan sejahtera, untuk hidup layak saja sulit. Mengingat kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah, seharusnya persoalan pangan bukan lagi menjadi persoalan rumit. Kita sudah tidak lagi memikirkan bagaimana hidup layak, tapi sudah membicarakan bagaimana meningkatkan kesejahteraan. Namun sampai hari masih banyak rakyat yang masih berfikir besok mau makan apa.

Pertanian yang menjadi sektor andalan dalam meningkatkan ketahanan  pangan, sekarang perlahan-lahan disulap menjadi batu-batu dan besi yang tidak bisa dimakan, sehingga rakyat kebingungan mencari sesuatu untuk dimakan.
Selain itu masih banyak persoalan pangan lainnya yang masih menjadi persoalan serius dan segera harus ditangani. Dalam momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk menuntut pemerintah lebih serius dalam urusan pangan. Karena ini persoalan pokok yang harus segera diselesaikan. 

Selasa, 10 Oktober 2017

OVER DOSIS KOMUNIS

Isu kebangkitan komunis mengalir deras hingga memunculkan respon yang ramai di lini masa. Masyarakat terbelah menjadi tiga, ada yang pro, kontra, dan cuekin aja.

Yang pro berusaha memupuk ingatan kelam yang diceritakan lewat pidato, tulisan, poster, dan film yang pernah redup mulai di nyalakan lagi.

Yang kontra berusaha menjernihkan keaadaan dengan menyampaikan fakta-fakta baru sebagai basis pijakan narasi masa lalu.

Dan yang cuek aja masih seperti biasa, beraktifitas seperti biasa walaupun mereka sebenernya berpotensi pro dan kontra.

Image result for karikatur palu arit lucu

Namun itu semua ya biasa saja, namanya juga kehidupan yang tak pernah bebas dari nilai.

Yang menarik adalah ketika kelompok yang ngotot bahwa komunisme bangkit kembali, sampai-sampai mempermasalahkan tugu tani. Menurut mereka tugu tani adalah bagian dari manifestasi BTI (Barisan Tani Indonesia) yang berafiliasi dengan PKI. Jadi wajib hukumnya diratakan dengan tanah agar sisa-sisa kejahiliahan PKI tidak berbekas lagi.

Patung yang dianggap tidak mencerminkan petani Indonesia "masak petani kok membawa senjati", kan petani kita nurut-nurut, tanah digusur aja sedikit yang melawan, lah ini ada petani kok bawa senjata, ini pasti BTI dan dia adalah anak kandung PKI yang naudzubillah.

Padahal sejarah dari patung tersebut dibuat sebagai simbol pembebasan Irian barat dari kolonial Belanda. Patung yang bertema ibu melepaskan anaknya (seorang petani) untuk ikut berjuang bersama tentara dalam melakukan pembebasan. E e eh malah dituduh patung petilasan kuminis.

Bagi manusia yang waras mungkin akan tertawa geli melihat pernyataan ahistoris tersebut. Mereka kadung anti dengan PKI apapun yang menunjukkan simbol kuminis akan di ganyang habis, untung mamakku kalau pas lagi masak genjer gak ketahuan mereka.

Kalau kebencian sudah terlanjur akut ini yang menjadi bahaya, segala macam simbol yang mencerminkan kuminis harus disikat habis, petani kalau lagi ngarit tidak boleh pake arit, tukang batu tukang kayu tidak boleh memakai palu, lah terus mbok kon nganggo opo?

jendral sambel ini merah! Dan garam adalah kunci.

Rabu, 06 September 2017

Buku Ki Hajar Dewantara : Pendidikan dan Kebudayaan


Pemesanan  : 087738744427 (bisa Whastapp)
Harga : 145.000,-

Karya Ki Hajar Dewantara
Bagian Pertama : pendidikan
Bagian Kedua : Budaya
Terbitan : 2011
kondisi buku original dan sudah LENGKAP
------------------------------------------
Sinopsis

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mewajibkan kalangan pendidik yang ada di Tanah Air untuk membaca buku yang ditulis Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara.

"Jika kita sering menyebut sistem pendidikan yang diterapkan di Finlandia hebat, jauh sebelum itu pada 1930 konsep yang diterapkan disana telah ditulis oleh Ki Hajar Dewantoro dalam bukunya," kata Anies di Jakarta.

Dan ini adalah buku paling pokok yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantara. dari kajian pendidikan dini hingga lanjut...


Senin, 31 Juli 2017

Ideologi Ideologi Pendidikan


"Seiring pergantian zaman, paham-paham yang berkembang didunia mengalami berbagai perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh pola pikir yang berkembang pada zaman tertentu. Ada pertentangan-pertentangan yang senantiasa bertarung dan secara silih berganti mendominasi pola pemikiran masyarakat".

Misalnya pertarungan antara agama dan sains. Pada zaman pertengahan agama mendominasi, dan sains termarjinalkan. Selanjutnya pada zaman renaissance hingga sekarang, sains mendorninasi dan menjadi alat ukur kebenaran sedangkan agama lebih cenderung dimarjinalkan. Dalam dataran ideologi ekonomi pertarungan antara kapitalisme dan sosialisme mewarnai ideologi masyarakat dunia.
Kapitalisme yang dimotori oleh Amerika berpegang pada kebebasan individu secara mutlak, sedangkan sosialisme yang dimotori oleh Rusia berpegang pada pembatasan terhadap kebebasan individu, dan semuanya diatur oleh Negara untuk kepentingan bersama. Pertarungan ini akhirnya dimenangkan oleh Amerika sebagai pembawa bendera kapitalis yang akhimya berdampak pada berbagai sector kehidupan masyarakat, salah satunya pada sektor pendidikan.



Pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal dalam kehidupan ditengah masyarakat. Isu tentang pendidikan menarik dan senantiasa actual pendidikan tidak pernah lekang oleh zaman, mulai dari zaman Adam, Hermes, sampai zaman kita sekarang bahkan juga pada zaman-zaman berikutnya.
Pendidikan juga tidak bisa lepas dari ideologi yang berkembang ditengah masyarakat. Ideologi ini turut mewarnai pendidikan sehingga pendidikan yang dilakukan ditengah masyarakat memiliki karakteristik tertentu yang identik dengan ideologi tertentu pula. Setidak-nya ada tiga ideologi yang berkembang dalam dunia pendidikan, yaitu konservatif, kritis dan liberal. Perbedaan dari ketiga ideology tersebut terkait dengan bagaimana pandangan manusia terkait dengan apa yang menimpanya. Hal ini akan berdampak pada metode dan cara pembelajaran yang diberikan oleh pendidikan dengan ideologi tertentu.
Kapitalisme global berimplikasi pada pengakuan terhadap hak individu. Hal ini menimbulkan paham liberalisme yang menekankan kebebasan pada masing-masing individu dalam segala hal. Dalam menghadapi hal tersebut, pendidikan dituntut untuk mempersiapkan generasi-generasi yang mampu berinteraksi dengan keadaaan yang terjadi sekarang. Untuk itu kemudian ideologi pendidikan liberal muncul. 
Menurut paradigma kritis, pendidikan merupakan arena perjuangan politik. Dalam perspektif kritis, urusan pendidikan adalah melakukan refleksi kritis, terhadap 'the dominant ideologi' kearah transformasi sosial. Tugas utama pendidikan adalah menciptakan ruang agar cikap kritis terhadap sistim dan sruktur ketidakadilan, serta melakukan dekonstruksi dan advokasi menuju sistem sosial yang lebih adil. Pendidikan tidak bisa bersikap netral, bersikap obyektif maupun berjarak dengan masyarakat (detachment) seperti anjuran positivisme. Visi pendidikan adalah melakukan kritik terhadap sistim dominan sebagai pemihakan terhadap rakyat kecil dan yang tertindas untuk mencipta sistim sosial baru dan lebih adil. Dalam perspektif kritis, pendidikan harus mampu menciptakan ruang untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis untuk transformasi sosial. Dengan kata lain tugas utama pendidikan adalah 'memanusiakan' kembali manusia yang mengalami dehumanisasi karena sistem dan struktur yang tidak adil.
Selanjutnya paradigma Liberal, berangkat dari keyakinan bahwa tidak ada masalah dalam sistem yang berlaku ditengah masyarakat, masalahnya terletak pada mentalitas, kreativitas, motivasi, ketrampilan teknis, serta kecerdasan anak didik. Paradigma pendidikan liberal kemudian menimbulkan suatu kesadaran, yang Dengan meminjam istilah Freire (1970) disebut sebagai kesadaran naif Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat `aspek manusia` menjadi akar penyebab masalah masarakat. Dalam kesadaran ini 'masalah etika, kreativitas, 'need for achevernent' dianggap sebagai penentu perubahan sosial.
Jadi dalam menganalisis misalnya mengapa suatu masyarakat miskin menurut paradigma pendidikan liberal karena `salah' masyarakat yang miskin itu sendiri, yakni mereka malas, tidak memiliki kewiraswataan, atau tidak memiliki budaya 'membangunan' dan seterusnya. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Pendidikan dalam kontek ini tidak mempertanyakan systim dan struktur yang berlaku, bahkan systim dan struktur yang ada dianggap sudah baik dan benar.
Dalam memandang tentang realitas sosial yang sedang berjalan, kaum liberal lebih berorientasi pada upaya menyesuaikan "subyek" terhadap realitas yang melingkupinya. Dengan demikian, berdasarkan pandangan ini, yang harus berubah adalah "subyeknya", dalam hal ini peserta didik, agar bisa beradaptasi dengan sistem dan struktur yang sedang berjalan.
Berkaitan dengan pendidikan, kaum liberal beranggapan bahwa persoalan pendidikan terlepas dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. Dan pendidikan tidak memiliki kemudian lebih diarahkan pada penyesuaian atas sistem dan struktur sosial yang berjalan. Yang lebih diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar sendiri, fasilitas dan kelas yang baru, modernisasi peralatan sekolah, penyeimbangan rasio guru-murid. Selain itu juga berbagai investasi untuk meningkatkan rnetodologi pengajaran dan pelatihan yang lebih effisien dan partisipatif, seperti kelompok dinamik (group dynamics) 'learning by doing', 'experimental learning', ataupun bahkan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) sebagainya. LTsaha peningkatan tersebut terisolasi dengan svstem dan struktur ketidak adilan kelas dan gender, dominasi budaya dan represi politik yang ada dalam masyarakat.
Kaum Libera sama-sama berpendirian bahwa pendidiakan adalah politik, dan “excellence" haruslah merupakan target utama pendidikan. Kaum Liberal beranggapan bahwa masalah mayarakat dan pendidikan adalah dua masalah yang berbeda. Mereka tidak melihat kaitan pendidikan dalam struktur kelas dan dominasi politik dan budaya serta diskriminasi gender dimasyarakat luas. Bahkan pendidikan bagi salah satu aliran liberal yakni `structural funrtionalisme' justu dimaksud sebagai sarana untuk menstabilkan norma dan nilai masyarakat. Pendidikan justru dimaksudkan sebagai media untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai nilai tata susila keyakinan dan nilai - nilai dasar agar masyarakat luas berfungsi secara baik.
Pendekatan liberal inilah yang mendominasi segenap pemikiran tentang pendidikan rti berbagai macam pelatihan. Akar dan pendidikan ini adalah Liberalisme, yakni suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan, melindungi hak, dan kebebasan (freedoms), serta mengidentifikasi problem dan upaya perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang.
Konsep pendidikan dalam tradisi liberal berakar pada cita cita Barat tentang individualisme. Ide palitik liberalisme sejarahnya berkait erat dengan bangkitnya kelas liberalisme dalam pendidikan dapat dianalisa dengan melihat komponen komponennya. Komponen pertama, adalah komponen pengaruh filsafat Barat tentang model manusia universal yaitu manusia yang "rational liberal". Ada beberapa asumsi yang mendukung konsep manusia "rasional liberal" seperti: pertama bahwa semua manusia memiliki potensi sama dalam intelektual, kedua baik tatanan alam maupun norma sosial dapat ditangkap oleh akal. Ketiga adalah "individualis" yakni adanya angapan bahwa manusia adalah atomistik dan atanom (Bay,1988). Menernpatkan individu socara atomistic, membawa pada keyakinan bahwa hubungan sosial sebagai kebetulan, dan masyarakat dianggap tidak stabil karena interest anggotanya yang tidak stabil.
Pengaruh liberal ini kelihatan dalam pendidikan yang mengutamakan prestasi melalui proses persaingan antar murid. Perankingan untuk menentukan murid terbaik, adalah implikasi dari paham pendidikan ini. Pengaruh pendidikan liberal juga dapat dilihat dalam berbagai training management, kewiraswastaan, dan training-training yang lain. Contoh kongkrit pendekatan liberal bisa kita lihat pada Achievement Motivation Training (AMT) McClelland. McClelland berpendapat bahwa akar masalah keterbelakangan dunia ketiga karena mereka tidak memiliki apa yang dinamakannya N Ach. Oleh karena sarat pembangunan bagi rakyat dunia ketiga adalah perlu virus "N ach" yang membuat individu agresif dan rasional
Komponen kedua adalah Positivisme. Positivisme sebagai suatu paradigma ihnu sosial yang dominan sewasa ini juga menjadi dasar bagi model pendidikan Liberal. Positivisme pada dasarnya adalah ilmu sosial yang dipinjam dari pandangan, metode dan teknik ilmu alarn memahami realitas. Positivisme sebagai suatu aliran filsafat berakar pada tradisi ilmu ilrnu sosial yang dikembangkan dengan mengambil cara ilmu alam menguasai benda, yakni dengan kepercayaan adanya universalisme and generalisasi, melalui metode determinasi, 'fixed law' atau kumpulan hukum teori (Schoyer, 1973). Positivisme berasumsi bahwa penjelasan tungal dianggap "appropriate" untuk semua fenomena.
Oleh karena itu riset sosial ataupun pendidikan dan pelatihan harus didekati dengan positivisme yang melibatkan unsur-unsur seperti obyektivitas, empiris, tidak memihak, detachment, rasional dan bebas nilai. Pengetahuan selalu menganut hukum ilmiah yang bersifat universal, prosedur harus dikuantifisir dan diveritikasi dengan metode "scientific". Dengan kata lain, positivism mensaratkan pemisahan fakta dan nilai dalam rangka menuju pada pemahaman obyektif atas realitas sosial.
Pendidikan dan pelatihan dalam positivistik bersifat fabrikasi dan mekanisasi untuk memproduksi keluaran pendidikan yang harus sesuai dengan `pasar kerja'. Dalam pola pemikiran positivistic Murid dididik untuk tunduk pada struktur yang ada. Dari sana, bisa kita lihat bahwa pada paradigma liberal pendidikan biasanya lebih melanggengkan system yang ada dengan melahirkan anak-anak didik yang berperan dalam mempertahankan system tersebut.
Tradisi liberal telah mendominasi konsep pendidikan hingga saat ini. Pendidikan liberal adalah menjadi bagian dari globalisasi ekonomi 'liberal' kapitalisme. Dalam kontek lokal, paradigma pendidikan liberal telah menjadi bagian dari sistim developmentalisme, dimana sistim tersebut ditegakan pada suatu asumsi bahwa akar 'underdevelopment' karena rakyat udak mampu terlibat dalam sistim kapitalisme. Pendidikan harus membantu peserta didik untuk masuk dalam sistim developmentalisme tersebut, sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam kompetisi di system kapitalis.
Berdasarkan pembahasan pada pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan yaitu Pada paradigma pendidikan liberal, fokus utama terletak pada bagaimana membuat anak didik memiliki kemampuan sehingga mereka bisa bersaing di tengah sistem yang berlaku pada masyarakat. Pendidikan liberal tidak melihat masalah yang berkembang daiam masyarakat karena sistem sosial masyarakat tersebut, tetapi karena ketidaksiapan manusia dalam menghadapi sistem. Sehingga ini akan mengakibatkan pembelajaran yang bersifat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berguna sebanyak-banyaknya kepada anak didik, pengetahuan bersifat doktriner dan menilai sesuatu hanya dengan melihat kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh anak didik. Menariknya ideologi pendidikan inilah yang sekarang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat global.

Minggu, 21 April 2013

Sekolah

perjalanan pendidikan bangsa indonesia pada saat ini, mengalami dehumanisasi yang dalam, lepasnya nilai dalam setiap pembelajaran menjadikan pendidikan hanya sebuah formalitas semata. entah apa yang dipikirkan para pengemban amanah pendidikan, ditangan mereka saat ini sitem itu diciptakan untuk memisahkan ruang pembeljaran dengan alam sekitar. pandangan yang munafik melihat bahwa tidak adanya pengaruh kondisi masyarakat yang dihadapi. 
sistem kelas berbasis kompetisi saat ini teah menunjukan fakta bahwa, manusia-manusia yang dikeluarkan tidaklah mengerti siapa mereka. mereka buta akan diri mereka, dengan butanya, mereka berani menghancurkan keluarga, masyarakat dan diri mereka sendiri. tidak ada cinta kasih, hanya ketakutan dan kebencian yang tertanam dalam setiap jiwa -jiwa manusia yang terlahir dari sebuah sistem ini. 


Rabu, 19 Desember 2012

Kombinasi pesantren dengan madrsah dan sekolah




Perkembangan pendidikan islam terus berkembang, tidak berhenti di madrasah ataupun pesantren saja. Perlu diketahui bahwa masyarakat tidaklah diam tapi selalu terus bergerak dan berkembang, sehingga kebutuhanpun selalu berubah-berubah. Oleh karena itu lembaga pendidikan islam harus menyesuaikan dan mengarahkan kondisi masyarakat yang notabene sebagai konsumen, sehingga lembaga pendidikan islam tidak ditinggalkan oleh masyarakat karena sudah tidak sesuai dengan kebutuhan.
Sesuai halnya dengan pesantren menjadi indekost dan indekost menjadi pesantren adalah kombinasi madrasah modern dengan pesantren (tradisional) karena tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.[1] Sangatlah menarik untuk dikaji dan dibahas, misalnya pesantren krapyak, merubah fungsinya menjadi indekost, dan pesantren minhajul yang berawal dari indekost berubah fungsinya menjadi setengah pesantren.
Adanya kombinasi madrasah modern dengan pesantren karena adanya kebutuhan orang tua untuk menyekolahkan anakanya keperguruan tinggi modern karena tuntutan zaman yaitu pengakuan (untuk mendapatkan peluang kerja) dan disisilain orangtua khawatir terhadap lingkungan anaknya yang tinggal dikota, yang notabena bebas, selain itu juga, keinginan orang tua untuk anaknya dapat mendapatkan pendidikan agama namun tidak meninggalkan pendidikan modren. [2] Kombinasi madrasah modern dengan pesantren memiliki system “terbuka” yang memiliki artian tidak seperti aturan dan system yang diterapkan dipesantren, atuapun berbeda dengan system boardig school.[3]

 Pesantren menjadi indekost

Pesantren Almunawir yang bediri pada 1910 yang didirikan oleh KH Al-Munawir merupakan pesantren tertua di pulau jawa ini, yang terletak di krapayak Yogyakarta, merupakan pesantren tradisional. KH Al-Munawir memiliki istri lebih dari dua, sehingga ia memiliki anak yang cukup banyak. Hampir semua penurus al Munawir menuruskan cita-cita ayahnya tersebut dengan mengembangkan pesantren tersebut, karena penurusnya banyak, maka setiap penerus membangun pesantren sendiri-sendiri yang berbentuk komplek, namun masih tergabung menjadi satu yaitu Al Munawir. Dalam perkembangannya,pesantren al munawir, yang dirintis para penurusnya memiliki perbedaan dari pakem ayahnya, yang tradisional kearah modern, hal ini disebabkan beground pendidikan dan situasi pemahaman pendidikan dimasyarakat yang mempengaruhi kondisi pesantren, oleh karena itu dilakukan pembaharuan, misalnya salah salah satu pesantren al munawir yaitu “al munawir nurul salam”,yang melakukan pembaharuan kearah modern, di dirintis mulai dari tahun 1992 hingga sekarang.
Tuntutan kondisi masyarakat yang menginkan perubahan dalam dunia pendidikan islam untuk memunihi kebutuhan pendidikan sains dan pendidikan agama, pesantren al munawir nurul salam mulai membukakan diri tapi tidak lepas dari pakemnya, dan mengambil peran terhadap situasi ini, yaitu dengan mulai menyediakan tempat tinggal berupa indekost atau sering disebut asrama bagi para pelajar yang mengabil pendidikan madrsah modern seperti UIN Sunankalijaga, Mts, MA dan sekolah modern seperti, UNY, UGM, SMP ,SMA dsbnya. Cara ini juga dilakuan oleh pesantren Fadlun Minallah yang berlokasi di wonokromo bantul, awalnya merupakan pesantren tradisional murni, yang kemudian berkembang menjadi pesantren modern.
Pesantren Al munawir nurul salam,tidak dengan cara tetap mempertahankan pendidikan agama, dengan menentukan  
   
Indekost menjadi pesantren

Pesantren Nurul Ummahat yang berdiri pada tahun 1988, yang berlokasi dikeluruhan prenggan sebelah barat kotagede, yang memiliki visi dan misi  menciptakan sebuah pesantren yang terbuka bagi semua kalang yang memiliki pribadi modern, moderat, dinamis dan manusiawi.[4]

Jam belajar dimulai dari ba’da sholat Magrib hingga ba’da Isya’ sekitar dari jam 18.15 wib hingga 22.00 wib, yang menjadi kegiatan rutin dengan isi materi mengaji dan sorogan Al-qur’an ( ba’da magrib) dan mujahadah bersama (ba’da sholat isya’), yang kemudian pendidikan diselesaikan dengan santri kembali kekamar masing-masing. Pendidikan pesantren dilanjutkan kemudian sehabis ba’da sholah shubuh dengan mengkaji kitab kuning dan tafsir. Ada beberapa pengecualian harilain yang telah ditentukan, seperti hari malam jum’at diganti dengan materi diabaan, berzanji, khitobah, dan kultum, jum’at pagi (ba’da shubuh) tartil qur’an dan simakan, dan minggu pagi (ba’da shubuh) melakukan kajian agama secara umum. 
Bagi santri yaing ingin meningkat pendidikan agama, disediakan pendidikan agama yang bersifat ekstrakulikuler seperti hifidz qur’an, kaligrafi, dsbnya.
Para santri tinggal dan tidur dalam ruang yang sudah berbentuk kamar dyang diisi maksimal tiga santri per kamar.
Kiayai dan bunyiai adalah seorang pendiri pesantren, yang sekaligus menjadi guru dan pengayom para santri. Sedikit berbeda dari kiayai ortodoks, yang sedikit memiliki jarak dengan santri, disini kiayai sangat dekat dengan santri seperti hubungan keluarga. Kiayai dan bunyai menjadi pusat pendidikan, yang artian memiliki peran seperti guru di SD, yang mana kiyai dan bunyai mengajar keselurahan materi.
Pengkajian kitab kuning dilakukan dengan kiayai membacakan terlebih dahulu yang kemudian menerjemahakan dengan bahasa jawa, serta menerang cara baca berdasarkan nahu sorof, yang kemudian dilanjutkan diartikan dengan bahasa Indonesia, sehabis itu para santri diperbolehkan bertanya. Selain itu menggunakan metode ceramah saat menyampaikan kultum, dan metode kelompok.
Pertukaran pelajar digunakan untuk merangsang para santri untuk mempelajari xbahasa inggris,  adapun adanya pendidikan bahasa inggris menjadi progam para pengurus untuk mengembangkan bakat dan minat para santri.


 Pesantren menjadi indekost
Biaya pendidikan berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya bangunan Rp 100.000 biaya pendaftaran Rp 50.000 yang dibayar hanya pada pendaftaran saja, kemudian biaya rutin yang dibayar setiap bulan sebesar Rp 15.000, dan jika menggunakan leptop menambah biaya sebesar Rp 25.000,
  Indekost menjadi pesantren
Biaya pendidikan  berdasarkan tahun 2015 meliputi biaya masuk sebesar Rp. 400.000,- dapat diangsur 2x, dibayarhanya pada masuk awal saja dan biaya rutin setiap bulan sebagai berikut : Uang listrik Rp. 25.000,  Charger Hp Rp. 3000, tabungan Rp. 5000, wifi Rp 10000. Mengenai baiaya makan, para santri menanggung secara individu.





[1] Karel A. Steenbrink, “Pesantren Madrasah Sekolah:, Penerbit LP3ES, Jakarta 1986, hal 219
[2] Orangtua berasal dari daerah yang jauh dari kondisi madrasah modern yang kemudian menyekolahkan anaknya dikota
[3] Boarding school : adalah lembaga pendidikan yang memadukan pesantren dengan sekolah dan madrasah secara utuh dalam ruang yang sama dan tidak terpisah.
[4] Sebuah selebaran daripesantren “Nurul ummahat, pada bulan ……