Laman

Kamis, 04 Oktober 2012

Kemiskinan di Negeri Surga ( Indonesia)

Tangisan Seorang Ibu

Hanya sebuah jeritan kecil dari seorang ibu yang menghunus kedalam hati nurhani, begitu sedih dan tersiksanya dalam menempuh hari – harinya. Impian yang begitu besar harus terkubur dalam-dalam karena himpitan ekonomi yang ia rasakan membuat hidupnya tak berarti. 

Keringat yang bercucur dari hari kehari, dari bulan kebulan, hingga tahun, itu pada kenyataanya tak berarti karena tak pernah cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari, apalagi menyekolahkan anaknya. Impian untuk menyekolahkan anaknya itu hanyalah mimpi buruk karena tak mungkin baginya untuk membayarnya, terlebih  biaya pendidikan tahun dari tahun terus meningkat, belum lagi ditambah kebutuhan pokok yang terus meroket ditanah yang subur dan makmur di Negeri ini.



Terasa sesak dada seorang Ibu yang melihat masa depan dirinya dan anaknya, rasanya tak kuasa menahan tangis ketika melihat wajah polos putra putinya yang tercinta. ia pun merasa ragu adanya Tuhan, karena do'anya tak pernah didengar. " ohh...... oh...... inikah nasibku, seburuk inikah takdir hidup ini, apakah Tuhan telah menuliskan bahwa orang tuaku, anakku dan cucuku nanti akan terus mengalami nasib yang sama, dimana letak keadilan Tuhan ?.....". Merebahlah tubuh yang lemah disamping anaknya beralaskan  tikar yang sudah mulai rusak.

To Be Continue ........ 

0 komentar: