Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Oktober 2017

SUMPAH PEMUDA HARI INI

Bangun pagi terasa ringan sekali disaat ada sesuatu yang mau dikerjakan, apalagi sesuatu itu memang pilhan sendiri dan dikerjakan dengan senang hati, riang gembira. Berbeda dengan bangun pagi dengan alasan masuk kelas, ya salam itu berat. Sumpah.

Alasan bangun pagi kali ini karena hari ini tepat 89 tahun yang lalu para pemuda seIndonesia mengucapkan janji setia. Janji yang mempersatukan bangsa kita hingga saat ini.

Kali ini kami menggelar diskusi peran pemuda diera digital, era yang ditandai dengan teknologi informasi berbasis internet menjadi tulang punggung berjalannya kehidupan. Coba andaikan internet tutup sehari saja, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi?emakku ga jadi ngegojek.

Diskusi sangat menarik dipandu moderator yang cantik sekaligus pemandu ikrar sumpah pemuda sebagai refleksi pemuda sekarang.

Era digital memang tidak bisa ditolak, akan tetapi hal positif apa yang dapat di kerjakan untuk membangun bangsa? Dari pemateri pertama menawarkan refleksi spirit pemuda dulu yang harus dimiliki oleh pemuda zaman now, pemateri kedua mengajarkan mengenali persoalan terutama dibidang pertanian dan maritim, pemateri ketiga juga mengurai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, baik persoalan kekerasan perempuan, korupsi, intoleransi, sara, dan ancaman disintgrasi yang selalu disebarkan di media sosial.

Terus apa yang harus dilakukan stelah mengenal persoalan dan menyadari kalau ada yang salah dan harus dibenarkan? Jawabanya sederhana, lalukan hal yang positif sekecil apapun yang memberikan efek terhadap masyarakat, caranya bagaimana? Terjun bersama dengan masyarakat, melakukan kegiatan yang berbasis pemberdayaan lokal, memberikan sosialisasi akan pentingnya mengetahui UU tentang desa dll.

Itu semua bisa dilakukan kalau kita mempunya jiwa muda yakni spirit keterlibatan dalam perubahan kearah yang lebih baik.

Apa Kabar Pemuda..!!!

Pemuda itu semangat
Pemuda itu kuat
Pemuda itu kreatif
Pemuda itu cerdas
Pemuda itu berani
Pemuda itu kritis
Pemuda itu rajin
Pemuda itu ramah
Pemuda itu solider
Pemuda itu humoris
Pemuda itu peka
Pemuda itu tanggap
Pemuda itu pembangkang


Pemuda itu memiliki semuanya, wajar kalau pemuda menjadi tulang punggung dalam sebuah negara. Indonesia menitipkan masa depan yang  lebih baik kepada pemuda. Dilain sisi pemuda juga menjadi musuh utama bagi penguasa yang zholim. 

Dalam proses dinamika kehidupan manusia, pemuda sudah berhasilkan mencatatkan prestasi pada eranya masing-masing dalam buku sejarah. Di Indonesia sendiri misalnya,pada generasi pra kemerdekaan mampu mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah pemuda yang selalu di peringati pada 28 Oktober. Pemuda generasi 98 yang diwakilkan oleh mahasiwa juga sudah mengkristalisasi semangatnya dalam sumpah mahasiswa. Dan masih banyak yang sudah pemuda lakukan dalam sejarah. 

Sampai hari ini masih relevankah defenisi pemuda menjadi sosok manusia yang istimewa.? Dalam rentan waktu 20 tahun terakhir, apa yang sudah dilakukan pemuda?.Kemana pemuda yang selama ini selalu risih dengan keadaan yang semakin hari semakin runyam??.  

Hari sumpah pemuda menjadi momentum yang pas untuk melakukan refleksi, oto kritik serta merekonstruksi kembali pemuda yang selama ini hampir keluar dari jalur semangat sumpah pemuda. Tetap menjadi pemuda jaman now, dan tidak lupa dari khittohnya pemuda.

Selamat hari sumpah pemuda.!!!

Jumat, 27 Oktober 2017

CARA MEMIMPIN

Setiap pemimpin mempunyai caranya sendiri untuk mengambil hati masanya sekaligus untuk melawan lawannya. Hitler dengan gaya berapi-api di bumbui dengan sikap cauvisnisme. Muhammad dengan mencotohkan ahlaqul karimah dengan empat sifat idelanya, sidiq, amanah, tabligh, fatonah. Soeharto dengan gaya kalem dan senyum tipis-tips tipikal orang jawa yang santun. Ada yang hanya menampakkan ke angkerannya dengan memasang wajah asam, cemberut sebagai pembatas agar di hargai, setiap dialog dengan nada keras walaupun tidak kongkrit, yang penting keras agar lawan malas membantah. Pemimpin yang demikian hanya mau mendengarkan perkataannya sendiri (bukan Ahok lho).

Dizaman teknologi komunikasi, media sosial menjadi media para pemimpin untuk menaklukkan hati rakyatnya, ada yang hobi curhat lewat twitter, ada yang suka ngevlog, youtube dll.

Kali ini yang menyita sorotan publik adalah wakil gubernur jakarta yang baru dengan gimik sebagai gerkan mengecoh lawan sekaligus mendapat simpati masa. Cukup berlian dengan cara-cara yang kekinian, fres dan tentunya menghibur, karena memang rakyat sangat butuh hiburan. Rasanya harapan mencari peminpin ideal -yang berahlaq baik dan berpihak pada rakyat- sudah jauh panggang diatas bara. Sulit sekali mendapat pemimpin yang komitmen dengan janji politiknya yang memang terlalu muluk. Ditengah harapan yang tak mungkin terkabulkan dan memang sudah hampir mustahil mencari pemimpin yang ideal, paling tidak pemimpinnya menghibur dan lucu dengan kekonyolannya.

Kamis, 26 Oktober 2017

Terimakasih para pemuda yang telah membuat janji setia berbahasa satu bahasa Indonesia

SOUNDQUARIUM | Bangga Bahasa Indonesia: http://youtu.be/qpdywcHL1ik

SUMPAH PEMUDA

26 Okteber 84 tahun yang lalu para pemuda sibuk menyiapkan acara konggres pemuda ke dua yang jatuh pada tanggal 27-28. Persiapannya bukan hanya pada tanggal 26 oktober akan tetapi jauh sebelum itu, tahun 1926 para pemuda melaksanakan konggres pemuda pertamanya sebagai upaya mempersatukan seluruh pemuda Hindia Belanda.

Sebagai folow up dari konggres pertama diadakan tiga kali pertemuan (12 Februari 1927, 3 Mei 1928, 12 Agustus 1928) sampai pas pada pertemuan ahir 12 Agustus 1928 dihadiri seluruh perwakilan pemuda dari berbagai wilayah, pada pertemuan itu mereka bersepakat untuk mengadakan konggres pemuda ke dua.

Konggres pemuda ke dua di inosiatori oleh organisasi PPPI, dan sekaligus menjadi ketua dalam konggres. Setiap perwakilan organasasi hanya mendapat satu job dalam kepanitiaan acara, tidak boleh lebih.

Sumpah pemuda yang dilaksanakan di Batavia di kreatori oleh pelajar dari hukum dan kedokteran. Dari dua fakultas tersebut menelurkan intelektual organik. Corak penjajah paling reaksioner adalah belanda. 350 tahun hanya mengeruk keuntungan dan membiarkan rakyat tetap bodoh. Hingga ahirnya muncul politik etis dan sampai tahun 1942 belanda belum meberikan pendidikan yang mumpuni, belum ada yang namanya universitas modern, sampai tahun 1942 baru ada dua fakultas, di Jakarta ada  fakultas hukum dan fakultas teknik berada di bandung.

Dan hanya sebagian kecil aktivis kemerdekaan mendapat pendidikan, mereka lebih banyak didik oleh rakyat yang menjadi gurunya, dari rakyatlah teori-teori revolusioner akan tumbuh. Bukan cuma menghasilkan teori retoris yang hanya laku di sekolah dan berhenti di rak, ketika penuh di bakar.

Dari aksi refleksi yang dilakukan para pemuda hingga mampu memberi ketegasan tentang persatuan yang setelahnya di sebut "sumpah pemuda" sebagai komitmen, janji suci untuk mewujudkan persatuan bangsa. Tertuang dalam tiga butir:
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Mari kita jaga, jangan hianati perjuangan para pemuda dengan merusak persatuan demi kepentingan kuasa.

Rabu, 25 Oktober 2017

PEMUDA ADALAH SPIRIT

Pemuda adalah semangat yang tak memperdulikan usia, walaupun ia tua akan tetapi punya kemauan melakukan perubahan dan mau melaksanakan apa yang ia inginkan itulah pemuda. Bukan persoalan usia, kalaupun usia masih remaja tetapi semangat perubahan zamannya sirna di telan kebodohan, kekolotan yang mengerak dalam batok kepala, sesungguhnya ia layak di sebut golongan tua, yang hanya bisa mengamini keadaan dan beromantisme.

Ada cerita inspiratif tentang semangat muda, bung Karno pada saat mau melaksanakan akad dengan Utari, bung Karno mengenakan pakaian belanda, mengenakan jas, dasi. Sontak semua yang hadir dalam acara tersebut kaget, terutama penghulu yang langsung mengurnya dan mengancam tidak akan menikahkan bung Karno dengan Utari. Kata penghulu "hai anak muda, dasi yang kamu pakai adalah pakaian kristen, tidak sesuai dengan adat kita yang beragama Islam.

Bung Karno membela diri "cara berpakaian kini sudah diperbaharui",

Penghulupun membentak sembari berkata"pembaharuan itu hanya sebatas pakai jas terbuka".

Dengan nada tinggi bung Karno menjawab"Nabi sendiri sekalipun tak akan sanggup menyuruhku menanggalkan dasi".

Penghulu bangkit dari kursi dan mengancam akan membatalkan akad nikah.

Kisah dari bung Karno menggambarkan bagaimana memperjuangkan suatu kemajuan sedang "yang lain masih berpendirian kolot". Selalu mengamini keaadaan maka akan stagnan.

Selain itu juga bung Karno pernah tidak mau menghadiri acara rapat yang dilakukan oleh Muhammadiah, dikarenakan posisi duduk laki-laki dan perempuan di sekat dengan tabir dari kain. Bagi dia tabir kain memang remeh akan tetapi ada problem yang besar disana menyangkut posisi sosial perempuan, tabir adalah simbol perbudakan bagi kaum perempuan.

Selain bung Karno ada Tan Malaka yang menghantam pemikiran kolot dan tua dengan senjata MADILOG, walaupun Tan Mlaka mengarangnya pada usia yang tak muda lagi.

Juga bung Hatta pernah mengatakan "indonesia yang muda harus memutuskan semua hubungan dengan masa lampau, untuk membangun kehidupan nasional baru yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam pidato bung Karno pernah mengatakan berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. Jadi sebenarnya pemuda adalah spirit perubahan, sepirit dialektika historis yang bisa di lakukan oleh siapapun yang mempunyai semangat tersebut.

Selasa, 24 Oktober 2017

PARASIT LAJANG

Berawal dari sebuah kejenuhan membaca buku rekomendasi dari dosen yang sulit di pahami dan hanya membuat ngantuk, kalau gak ngantuk hanya membuat migrain kambuh, maklum membaca buku di zaman yang serba mewah sekarang tidak menjadi trand, yang ngetren adalah membaca status. Aku tak bisa membayangkan mahasiswa  angkatan 65 dengan jargonnya BUKU, PESATA, dan CINTA, mungkin mereka semua kena migrain, dan pada ahirnya rasa sakit itu dilampiaskan kepada bung Karno. Untungnya aku terlahir di zaman perayaan kemewahan secara besar-besaran, zaman ini (dilingkungan kampus) ditandai dengan munculnya jargon baru yaitu NKK-BKK (Nongkrong Kos Kampus. Burjo Kos Kampus)
Sebagai mahasiswa jurusan sejarah -di era NKK-BKK- seharusnya buku merupakan teman intim untuk memperluas prespektif  akan pemahaman sejarah. Tapi, rasa males, rasa lapar, main game, main gadged, mainin anaak orang dapat menghilangkan mod untuk berbuat baik. Untuk mengalihkan kegiatan yang kontra produktif itu aku mebaca Si Parasit lajang. Buku ini ditulis perempuan metropolitan yang pandai bergaul dan menggauli, perumpuan merdeka yang berani mengatakan hal-hal yang dianggap tabu oleh masyarakat. Dia juga pernah menulis Novel Saman yang berhasil mencerahkan para perempuan dari hegemoni mantra DARMA WANITA zaman Orba yang telah berhasil mendomestikkan peran perempuan. 
kodaiobscura.wordpress.com
Buku ini ditulis  tahun 2003, terbitan yang ketiga februari 2015. Sosok ayu utami yang tidak se ayu namanya memcoba menawarkan cercaan-cercaan terhadap nilai yang sudah mapan, benturan budaya, mengungkap hal-hal yang dianggap tabu, mengusung aroma posko, feminisme. Judul si parasit lajang ini terinspirasi dari statement feminis jepang, yang mengatakan orang singgel, bekerja dan masih tinggal sama orang tuanya dianggap sebagai singgel parasit.
Kisah yang terukir selama rentang 10 tahun ini didahaului dengan pernyataan alasan tidak kawin, baik secara sosiologis ataupun biologis. Bagi dia pernikahan bukanlah merupakan suatu kuwajiban (orang boleh tidak menikah), perselingkuhan tidak selamanya buruk, dan perempuan harus berdaulat atas tubuhnya sendiri. Selain itu dia juga menjelaskan tentang hukum negara yang berpihak kepada kaum laki-laki, hukum pernikahan di Indonesia selalu menempatkan suami sebagai kepala keluarga, menurut dia tentang siapa yang menjadi kepala keluarga, atau apa harus ada kepala keluarga, serahkan saja pada pasangan yang menikah. Biar itu menjadi urusan pribadi orang. Jangan jadikan aturan negara. Sebab, itu tidak adil dan tidak benar. Praktiknya, banyak sekali istri yang menjadi tulang punggung keluarga, tetapi ia tidak mendapatkan pengakuan, perlakuan yang layak sebagai pencari sumber nafkah utama. 
Selain itu, manusia selalu memproduksi nilai-nilai keskralan dalam pernikahan, salah satu usaha yang dilakukan adalah pengagungan terhadap prosesi pernikahan dibalut dengan kemewahan, padahal yang realistis adalah hal setelah pernikahan itu sendiri. Alasan si parasit lajang ini awalnya sangat sederhana. Sejak kecil ia melihat masyarakat mengagungkan pernikahan. Ironisnya dongeng Cinderela, putri salju, putri tidur, pretty woman tamat pada upacara, dentang lonceng, tukar cincin, atau ciuman pada balkon. Artinya tak ada dongeng tentang pernikahan itu sendiri.
 Pernikahan dalam budaya masyarakat dianggap hal yang sangat sakral, jodoh dalam pernikahan adalah takdir, bahkan disejajarkan dengan kelahiran dan kematian. Pesan yang disampaikan ayu bahwa proses kelahiran dan kematian adalah proses alamiah, sedangkan pernikahan adalah konstruksi budaya. Termasuk tentang  cinta, cinta  itu yang membentuk adalah  “keseringan”, keseringan lihat, keseringan kumpul dan keseringan-keseringan yang lain, ibarat candu, keseringan itu mengakibatkan candu, sedangkan candu yang diderita seluruh orang adalah norma, itulah hakikat kausalitas tak berujung. 
Tulisan yang diangkat dari aktifitas sehari-hari yang dilakukan oleh mbak ayu dengan kawan-kawan nya dan rekaman yang bernada kritik sosial terasa di awal tulisan sampai penutup.
Si penunulis tampil sebagai juri penilai dari kondisi sosial, nilai-nilai yang telah mengalami pergeseran yang disebabkan oleh kapitalisme. Sijuri ini adalah cewek kelas menengah yang tinggal di kota. Konon kelas ini paling terdekte dengan kapitalisme. Kumpulan kolom ini menunjukkan bahwa orang bisa bersikap kritis bahkan sambil tetap berada dalam lingkup kehidupan kaapitalistis. Orang bisa menyukai barbie, film porno, fesyen, mal sambil tetap bisa bilang bahwa semua itu bisa menerkam manusia dan kita harus cerdik-cerdik bergumul dengannya, seperti seorang pawang bermain dengan hari mau sirkus.
Ia juga mencatat tentang pergerakan nilai-nilai yang terjadi di masyarakat dengan lucu. Jika ada pesan dalam buku, maka itu adalah demikian: di zaman ini, larangan tidak memadai lagi untuk bekal manusia berhadapan dengan tantangan. Yang di butuhkan adalah kecerdikan. Begitulah kira-kira pendapat si pengantar dalam buku ini.