Laman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Oktober 2017

GENERASI DIGITAL NATIVE

Jika periodesasi "digital native" dimulai tahun 1994 maka saya tidak termasuk generasi jari-jemari. Sebab saya dilahirkan saat unisovyet telah runtuh.

Genarasi angkatan 94 ini di juluki "digital native" karena mereka telah melek gadged. Mereka lincah dengan memainkannya dan membentuk ikatan komunal lintas dunia maya.

Ada yang dengan nada nynyir menyebutnya generasi ini dengan generasi menunduk, karena tiap saat ia selalu "mentelengi" gadgednya.

Digital native diambil dari bahasa Yunani yang bebararti jari-jemari yang asli. Karena aktivitas generasi ini di habiskan dengan senam jari maka sah sudah pengistilahan ini.

Berbeda dengan angkatan pra94 yang mana mereka lebih suka menggunakan jarinya untuk mencari "upil, petan sembari rasan-rasan". Generasi pra 94 masih kaku menghadapi percepatan teknologi. Ada yang menganggap ini ulah si "wahyudi" yang selalu menjadi akar masalah dari ketidak mampuan berfikir.

Setiap zaman mempunyai anaknya masing-masing, kelakuan anak tak jauh dari induk ketika induk ingin selalu cepat dan praktis maka anak pun begitu.

Yang menjadi masalah adalah generasi pra digital natif yang terkadang tidak tahu fungsi teknologi komunikasi, walhasi HP di artikan sebagai hubungan perselingkuhan yang ahirnya berujung chat mesum. Ada juga yang menggunakannya untuk menipu seperti papa minta pulsa.

Kamis, 12 Oktober 2017

Seakan si Tukang Lapor

Egi Sudjana sempat menjadi populer semenjak menjadi pengacaranya sang habib dalam kasus Firza hot dan pengacara first travel. Selain itu nama Egy juga pernah diduga ada dalam jajaran petinggi saracen.


Kali ini Egy kembali menghebohkan ketika menolak Perppu no 2 tahun 2017 tentang ormas. 
Egy mencoba untuk menafsirkan Pancasila pada sila pertama, yakni tentang "ketuhanan yang maha esa" . Waaw Kren ternyata Egi selain pengacara juga ahli sejarah dan ahli agama, warbiasahh, amazing. Bagi Egy Pancasila hanya milik agama Islam, karena yang memakai konsep ke esaan Tuhan hanya agama Islam. Selain dari Islam tidak ada ketuhanan yang maha esa. Kristiani memakai konsep trinitas, Hindu memakai tri dharma, dan lain sebagainya. Artinya semua agama selain Islam bisa dibubarkan dengan Perppu ini, karena bertentangan dengan Pancasila.. Hmmm jadi penasaran, Kaka Egy ini belajar sejarah dan agamanya dimana. Ahh sudahlah.

Namun yang pasti pernyataan Egy tersebut memancing amarah umat agama lain. Dan langsung mendapatkan kritikan serius dari salah seorang tokoh budayawan ternama yang juga sebagai rohaniawan khatolik yakni Romo Frans Magnis Suseno. Menurut Romo Magnis ada dua kebodohan besar dari Egy Sudjana, pertama adalah Egy tidak memahami bahwa Pancasila yang disahkan pada 18 Agustus 1945  pembukaan undang-undang dasar merukakan hasil rumusan untuk menampung agama-agama. Yang kedua, komentar Egy terkait tidak ada ke esaan Tuhan  Selain dari agama islam itu merupakan kesombongan yang serius. 

Pernyataan Romo Magnis tersebut membuat Egy tersinggung dan langsung melaporkan romo Magnis ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Karena menyebut dirinya bodoh. Hadehhhhh, Kaka egy mah suka gitu, mudah tersinggung, apa dia gak mikirin perasaan umat agama lain terkait tafsir Pancasila nya. 
Hal yang sama juga dilakukan Egy pada kasus saracen, yakni tersungging eh salah tersinggung dengan tulisan dari ketua bidang hukum Dedy Mawardi. Dan langsung melaporkannya ke polisi. Ihh jadi takut. 

Namun sayangnya Romo Magnis tidak gentar sedikitpun terkait laporan pihak Egy tersebut. Dengan santainya Romo Magnis mengomentari 
"Saya tidak peduli. Terserah jika Pak Eggi lapor ke polisi. Yang saya katakan sudah jelas dan akan saya pertahankan. Saya anggap (pernyataan saya) itu sudah tepat,"
Langkah egy melaporkan balik memang sedikit membingungkan. Tapi begitulah strateginya Kaka Egy.Kita tunggu saja apakah strategi ini berhasil atau tidak. 




ANTARA SARANA PENDIDIKAN, WISATA DAN MOL

Ketika masuk gedung perpustakaan di kampus putih, terlihat banyak pengunjung, namun pengunjungnya rata-rata berwajah masam dan tua, dalam hati ini berkata, mereka pasti bukan maba, soalnya wajahnya tidak ada tampang gemesin seperti dedek-dedek maba. Ternyata prediksiku tepat, setelah aku tanya beberapa diantara mereka yang suram dan jenuh akan skripsi yang belum jadi-jadi.


Lalu dimana para dedek maba zaman now? Ya, mereka lebih suka di tempat wisata, mol-mol. Kalau tidak percaya cek saja, namun pernyataan ini bukan kemutlakan ini hanyalah observasi kecil-kecilan.

Pembangunan tempat wisata dan mol-mol sangat pesat ini berbanding terbalik dengan pembangunan sarana pendidikan dan penunjang pendidikan. Dan, generasi sekarang adalah generasi yang di besarkan dengan hegemoni kapitalisme lewat agennya pusat hiburan dan pusat belanja, di tambah lagi jargon-jargon "cah kurang piknik" "kurang ngemol" agar seolah-olah keduanya menjadi suatu keharusan.

Masih tidak percaya, buktikan saja, pasti di tempat hiburan dan pusat perbelanjaan kamu akan menjumpai mereka nongkrong disana.

Kalau zaman pra melenial pusat perbelanjaan seperti mol kan belum banyak, masak zaman dulu mau nongkrong di pasar tradisional, haha kan gak asik buat selpi-selpi lurr. Nah itulah sedikit perbedaan. Jadi, zaman sekarang dengan kemilau kapitalis akan membuat siapapun yang melihatnya akan ngiler dan yang pasti menjadi masyarakat konsumeris, hedonis, miskin cipta.

Dari itu bapak, tolong imbangi percepetan pembangunan wisata dan pusat perbelanjaan dengan sarana pendidikan dan penunjang pendidikan. Jadi, kalau bapak membangun perpustakaan yang megah jangan cuma satu, tapi sebarlah kalau perlu jejerkan pada setiap tempat wisata dan pusat belanja, biar para generesai gak cuma piknik, ngemol tapi juga giat belajar dan berprestasi membangun negri.

MENCARI ARAB, MELIHAT INDONESIA

Temanku yang satu ini paling mahir memprofokasi orang untuk membeli bukunya, kali ini aku terpaksa membeli dua buku darinya, walaupun sebenarnya kredit bukan cas. Hehe.

Buku yang pertama tentang Snouck yang berjudul mencari Arab, melihat Indonesia. Buku yang kedua berjudul Persekongkolan Ahli Makrifat karya pak Kunto.


Buku yang pertama tipis sekali sekitar 46 halaman, tapi harganya 35rb, coba bayangkan dan hitung berarti berapa harganya perlembar?

Karena buku ini tipis jadi aku pilih sebagai menu malam ini untuk memenuhi nutrisi otak yang tinggal setengah giga, selebihnya penuh oleh pikiran sekripsi (ojo mung dipikir le !), mengingat teman seangkatan sudah pada memakai toga. 

Judulnya menarik "MENCARI ARAB, MELIHAT INDONESIA: Kacamata Snouck Hurgronje tentang Hindia Belanda.

Sekilah judulnya aneh, mencari Arab, emang pernah hilang? Tapi ternyata maksutnya, Snouck adalah peniliti yang fokus penelitiannya pada Arab. 

Ia bernama lengkap Christiaan Snouck Hurgronje memulai karir akademik dan profesionalnya yang di fokuskan pada dunia Arab, terutama daerah jantung spiritualitasnya, yaitu Hijaz. Ia juga pernah mempublikasikan disertasinya yang kalau di bahasa Indonesiakan berjudul "Perayaan Mekkah".

Dalam penenelitiannya ia menggunakan metode partisipatif, ia memakai pakaian ala Arab, belajar agama termasuk juga belajar qur'an, bahkan ia ahirnya sunat. Kebayangkan gimana ekspresi pak"calak"nya ketika menyunat burung dewasa. 

Ia juga terkenal sebagai bapak kajian Islam Hindia Belanda, tentunya dengan segala macam dan kelebihannya. Dari itulah ia melihat Hindia Belanda dengan kacamata arab yang telah ia pelajari.

Kamu harus baca buku ini, tapi sebelum baca beli dulu dong, kamu tak akan menyesal dengan buku karya K W. FOGG. Kamu akan mendapat kesimpulan Islam di Hindia Belanda yang sekarang indonesia sebagai Islam yang kuat, tetapi ternoda oleh praktik kebudayaan lokal. Terlepas sepakat atau tidak dengan penelitian dia, ya monggo di kritisi, kan sekarang ada Islam Nusantara. Tapi sebelumnya jangan lupa, beli dulu ya.

Ehhh, maaf ko jadi iklan !


Rabu, 11 Oktober 2017

NGERUMPI ZAMAN NOW

Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat polah masyarakat terseok-seok meladeninya. Banyak hal positif dari kemajuan ini, namun terkadang di nodai dengan tangan jahil yang disetir oleh ambisi kuasa.


Kemajuan teknologi informasi di pakai untuk menebar kebusukan, dengan mengangkat isu SARA, sehingga keadaan ini gonjang-ganjing dengan gunjingan dari sumber Hoax yang tujuannya mendapat simpati publik dan diarahkan pada kepentingan tertentu.

Menurut Cherian George bahwa tujuan Hate Spin (ujaran kebencian)  adalah untuk membangun dukungan kelompok internal yang bersifat eksklusife dan merupakan bentuk politik identitas.

Fenomena ini menggejala dan tumbuh subur renyah dimakan publik karena publik sudah terbiasa dengan sajian gosip dan lemah literasi. Sajian gosib yang ditayangankan mengajarkan masyarakat menjadi tukang rumpi, kebiasaan gosip tanpa mengkonfirmasi dan menganalisa apakah hal seperti itu benar atau bohong. Budaya baca yang minim(mendapat urutan no 2 dari bawah di tingkat dunia) membuat kebiasan asal percaya karena lemah mengkritisi dan lemah berfikir logis.

Didalam sejarah islam pernah terjadi hal yang menggemparkan, kabar dusta (hadisul ifki) tentang perselingkuhan. Jadi hati-hati dalam mendapatkan kabar. Konfirmasi, cek dan analisa.

Baca dengan seksama jangan hanya doyan ngerumpi.

Selasa, 10 Oktober 2017

POLIGAMI DAN NASIB JOMBLO YANG UMR-NYA RENDAH

Ditengah populasi jomblo yang terus meroket jumlahnya, muncul berita dan gambar romantis pak ustadz bersama tiga istrinya yang semuanya tidak ada yang jelek. Nah ini membuat jomblo semakin nelangsa, gimana tidak, satu Saja masih dalam bayangan.

Kalau masih banyak yang belum punya pasangan dan ada yang sudah punya tiga, bukankah ini kesenjangan. Kasihan kan padahal manusia diciptakan berpasang-pasangan. Bagi yang belum dapat pasangan sabar ya melihat fenomena poligami, ini ujian. Dan tidak usah turun ke jalan tolak poligami, kalaupun toh ingin menyampaikan aspirasi tuntutlah sesuai hakmu, misalnya berikan upah layak eh maksudnya berikan kami jodoh yang layak.

Rosul telah memberi tauladan dalam perpoligami itupun hanya satu perawan di antara istri-istri beliau, yang lainnya janda. Teladan beliau mempunyai nilai transformasi untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan, pada saat itu perempuan dipandang sebagai komoditas jadi laki-laki ketika mempunyai istiri tidak ada batasannya dan harus adil.
Poligami memang sah secara agama, dengan syarat yang ketat, yaitu adil, nah ini yang susah, adil. Dalam hal adil banyak yang berbeda pendapat, namun pada intinya adil yaitu perlakuan dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. Yang bersifat batiniah seperti cinta tidak harus adil karena tidak bisa diukur dan itu sangat abstrak.

Ketika ukuran cinta tidak dimasukkan dalam adil berarti adil ini terhadap hal yang material dan ini adalah kunci, maka dari itu buat para jomblo yang UMRnya rendah harus bersabar ya ini ujian.

Ongkos membangun rumah tangga sangat mahal, barangkali kalau hanya sekedar ritual wajib sangat murah karena cukup dengan seperangkat alat solat. Namun karena manusia adalah mahluk sosial dibutuhkan ongkos sosial seperti pesta pernikahan dan cicilan nafkah bulanan.

Kalau hanya bermodal cinta dan kesetian ya mana bisa kenyang. Nah itulah yang membuat jomblo gigit jari melihat berita poligami. Nasib-nasib, alih-alih mau nembak cewek, boncengin cewek saja tidak berani bro, karena memang gak punya motor, mau jalan berdua naik TJ juga ga ada yang mau diajak. Lalu bagaimana mau laku wong "jare nek ra ninja ra oleh dicinta", karena memang tak kuasa membelinya. Ya mana cukup buat beli motor kalau UMRnya hanya 1.300.000, dari pendapat yang minim ini akan mempengaruhi meroketnya populasi jomblo.

Nyari pasangan saja harus penuh perjuangan apalagi poligami, mimpi kali ya. Kecuali kalau dalih cinta itu buta menjadi paradigma kita.

OVER DOSIS KOMUNIS

Isu kebangkitan komunis mengalir deras hingga memunculkan respon yang ramai di lini masa. Masyarakat terbelah menjadi tiga, ada yang pro, kontra, dan cuekin aja.

Yang pro berusaha memupuk ingatan kelam yang diceritakan lewat pidato, tulisan, poster, dan film yang pernah redup mulai di nyalakan lagi.

Yang kontra berusaha menjernihkan keaadaan dengan menyampaikan fakta-fakta baru sebagai basis pijakan narasi masa lalu.

Dan yang cuek aja masih seperti biasa, beraktifitas seperti biasa walaupun mereka sebenernya berpotensi pro dan kontra.

Image result for karikatur palu arit lucu

Namun itu semua ya biasa saja, namanya juga kehidupan yang tak pernah bebas dari nilai.

Yang menarik adalah ketika kelompok yang ngotot bahwa komunisme bangkit kembali, sampai-sampai mempermasalahkan tugu tani. Menurut mereka tugu tani adalah bagian dari manifestasi BTI (Barisan Tani Indonesia) yang berafiliasi dengan PKI. Jadi wajib hukumnya diratakan dengan tanah agar sisa-sisa kejahiliahan PKI tidak berbekas lagi.

Patung yang dianggap tidak mencerminkan petani Indonesia "masak petani kok membawa senjati", kan petani kita nurut-nurut, tanah digusur aja sedikit yang melawan, lah ini ada petani kok bawa senjata, ini pasti BTI dan dia adalah anak kandung PKI yang naudzubillah.

Padahal sejarah dari patung tersebut dibuat sebagai simbol pembebasan Irian barat dari kolonial Belanda. Patung yang bertema ibu melepaskan anaknya (seorang petani) untuk ikut berjuang bersama tentara dalam melakukan pembebasan. E e eh malah dituduh patung petilasan kuminis.

Bagi manusia yang waras mungkin akan tertawa geli melihat pernyataan ahistoris tersebut. Mereka kadung anti dengan PKI apapun yang menunjukkan simbol kuminis akan di ganyang habis, untung mamakku kalau pas lagi masak genjer gak ketahuan mereka.

Kalau kebencian sudah terlanjur akut ini yang menjadi bahaya, segala macam simbol yang mencerminkan kuminis harus disikat habis, petani kalau lagi ngarit tidak boleh pake arit, tukang batu tukang kayu tidak boleh memakai palu, lah terus mbok kon nganggo opo?

jendral sambel ini merah! Dan garam adalah kunci.